Teruntuk Guruku Tercinta, KH. Abdurrozaq

Ahad, 19 Maret 2017 menjadi hari duka dari warga Magelang, khususnya Warga Srumbung.

Guru Kita tercinta, Mustasyar PCNU Kabupaten Magelang, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah Tegalrandu Srumbung, KH Abdurrozaq meninggal dunia.

Pagi hari, Srumbung sudah diguyur gerimis dengan cuaca yang mendung. Namun, bagi warga hal tersebut memang hal wajar dan tidak dijadikan sebagai tanda akan adanya peristiwa.

Sekitar Jam 08.30 WIB beredar kabar dari Pondok Pesantren Nurul Falah Tegalrandu, bahwa Kyai Panutan Warga Srumbung, meninggal dunia. Kabar tersebut beredar secara cepat dan diluar dugaan. Pagi harinya beliau masih sehat, bahkan mampu mengimami sholat subuh di masjid.

Sebagai seorang Kyai panutan di Srumbung beliau memiliki Kiprah yang luar biasa dalam menjadi suri tauladan. Peran beliau selalu dibalik layar dan jarang orang tahu. Memang, seorang kyai besar seringkali tidak ingin diketahui secara vulgar perannya.

Beliau adalah pionir kehidupan, yang dalam kaidah ilmiah pionir merupakan sumber awal kehidupan dalam kehampaan/kekosongan. Analogi tersebut memang tepat, karena Mbah yai memang perintis dalam berbagai macam aspek kehidupan di dalam kehidupan masyarakat srumbung.

Dalam aspek kebergamaan, beliau memunculkan para kyai yang siap untuk memasuki dunia masyarakat. Tidak sedikit santri-santri beliau tersebar masuk ke wilayah desa bahkan dusun sekitar.

Para santri tersebut menjadi kyai-kyai Desa yang dijadikan rujukan masyarakat di dalam berkeluh kesah dan tanya jawab seputar fiqih keseharian. Masyarakat tersebut memiliki keterpercayaan penuh kepada para santri yang menjadi asuhan mbah yai abdurrozaq.

Keberpercayaan masyarakat tersebut memang tidak lepas dari siapa guru dari para santri tersebut, karena memang kebertokohan berdasarkan sanad menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Kiprah beliau tidak hanya di dalam bidang agama, tapi juga bidang alam. Sebut saja Kelompok tani Randu Ijo Tegalrandu Srumbung dengan rekan organisasinya Forum MErapi Merbabu Hijau.

Kelompok tani tersebut bergerak aktif sejak tahun 2016 dalam melakukan kegiatan penanaman pohon untuk mengembalikan hutan di wilayah Gunung Merapi sebagaimana fungsunya.

Mbah yai kembali lagi berada di balik layar merintis adanya kelompok tani tersebut dan Putranya Gus Wahib menjadi eksekutor langsung di dalam pengelolaan kelompok tani.

Lebih jauh lagi, beliau juga menjadi tokoh yang paling ditakuti oleh para pebisnis tambang alat berat, sehingga sampai detik ini tidak ada penambang alat berat/backhoe berani masuk ke wilayah Sungai Blongkeng.

Beliau menolak keras adanya penambangan alat berat, karena masyarakat sekitar banyak yang menggantungkan hidupnya dari penambangan manual. SUbhanallah….

Bagi beliau, shodaqoh juga bisa dilakukan dengan menjaga alam yang diwariskan allah SWT. Kecintaan beliau terhadap santri, terhadap masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam mempertimbangkan berbagai hal yang akan diputuskan.

Dalam bidang pendidikan, mbah yai abdurrozaq mampu merintis sekolah SD Islam Terpadu Ngargosoko dan SMP islam terpadu Ngargosoko Srumbung.

Pengamatan saya menemukan bahwasanya, sekolah tersebut berkemang pesat dan siswanya tidak hanya dari wilayah ngargosoko, akan tetapi juga luar daerah.

Karateristik yang khas dari sekolahan tersebut salah satunya mengkombinasikan pendidikan pesantren dengan pendidikan formal, dengan target kelas 6 SD harus sudah lancar membaca al qur’an dengan tajwid dan makhraj yang benar.

Itulah sekilas tentang beliau, saya masih ingat dimana kami banom NU yang terkendala belum memiliki gedung MWC, beliulah yang mencarikan solusinya.

Selamat jalan Guruku,,,,mbah kyai kami semua. Tidaklah cukup tulisan ini dan air mata ini untuk menjadi saksi kasih sayangmu terhadap masyarakat.

Kami yang kecil, kami yang awam, kami yang beru berjuang belum seujung kuku Mbah kyai, dan belum bisa menjadi panutan masyarkat, hanya mampu mendoakan agar simbah mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT.

Semoga kelak, ada tokoh pengganti Mbah kyai yang mampu mengobati rasa rindu kami.

dari PC IPNU-IPPNU Kab. Magelang untuk guruku tercinta

Terkait
Terbaru

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu