Tags : #Heading

IPNU Yang Mampu Berbicara

“IPNU ini seperti gunung yang sangat besar namun tidak pernah mampu kelihatan. Potensinya begitu bagus, tapi belum mampu dirasakan”, ujar salah seorang teman komunitas suatu sore kala belio berkunjung ke basecamp. Kami ngobrol ngalor-ngidul­ tentang perkembangan Kabupaten Purworejo, mulai dari pembangunan jalan hingga pendidikan moral. Beberapa kali belio mengacungkan jempolnya, betapa IPNU-IPPNU diisi oleh pemuda-pemuda […]Read More

Ubah Cover Sebelum Ngover

Jarang-jarang saya dengan bu ketum pergi bareng seperti hari ini. Aihhhh. Katanya ke harmonisan hubungan ketum IPNU-IPPNU ini bahkan bikin iri beberapa daerah. Padahal kita mah sering ya berantem. Bukan begitu, bu ketum? Eitsss. Kepergian saya dengan bu ketum ini mungkin tidak ada hubungannya sama sekali dengan judul. Hanya… dalam perjalanan pulang kita hari ini, saya mendapat […]Read More

Melahirkan Kembali Pak Tolchah

Mungkin saya, hanya satu dari sekian banyak kader IPNU yang ‘kepaten obor’. Dalam hal ini, karena minimnya pengetahuan tentang sejarah organisasi itu sendiri dan juga minimnya pengetahuan akan tokoh-tokoh pendirinya. Salah satunya, tentu saja KH. Tolchah Mansoer. Padahal, mempelajari sejarah sama halnya dengan ikhtiar untuk menjalankan organisasi yang sesuai dengan arah perjuangan dan cita-cita para pendirinya. […]Read More

Mengenal Tolchah Mansoer, Pendiri IPNU

Prof. Dr. KH. Moch Tolchah Mansoer, beliau adalah seorang ulama sekaligus cendekiawan muslim yang berpengaruh. Beliau juga seorang guru besar ilmu keislaman dan hukum tata negara di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta dan beberapa kota lain. Beliau juga menjadi salah satu dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang beberapa kali pernah menjabat sebagai dekan ataupun rektor […]Read More

Menjadi Indonesia dengan Pancasila

Tahun 1900 tiga prasyarat bagi bangkitnya pergerakan kebangsaan Indonesia telah terpenuhi; yaitu: kesatuan ekonomi, kesatuan administrasi politik (pemerintahan) dan kesatuan budaya. Walaupun sudah terpenuhi namun kebangsaan tidaklah bangkit dengan sendirinya, namun dibutuhkan momentum dan alat pemersatu yang tepat sebagai dasar negara; sehingga momentum menyerahnya Jepang tanpa syarat kepada Sekutu (karena bom Nuklir di Hiroshima dan Nagasaki) […]Read More

Membentuk Karakter Kader Dalam Bidang Agama

SIDOREJO – Memperingati bulan suci ramadhan, pimpinan ranting IPNU-IPPNU desa Sidorejo adakan kegiatan Darling (Tadarusan Keliling) yang akan dilaksanakan dari tanggal 8 – 26 Mei 2019 dimulai jam 16:00 WIB sampai menjelang berbuka puasa, kegiatan tersebut berlangsung di masjid dan mushala sedesa Sidorejo. Selain untuk mendapat ridha dari Allah SWT serta mempererat tali silaturahmi sesama […]Read More

FDS, BOM Waktu Untuk Jokowi

Wajah pendidikan Indonesia saat ini sedang mengalami tarik ulur kebijakan. Disaat sistem pendidikan yang belum dirasakan maksimal karena gonta-gantinya kurikulum pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Muhajir Effendi justru mengeluarkan kebijakan yang kontroversial yaitu Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tentang penerapan Lima Hari Sekolah atau Full Day School (FDS) bagi satuan pendidikan di seluruh Indonesia […]Read More

Pasukan Semut, Wajah Lain Aksi Damai Penolakan Full Day School

Semarang – Polemik Full Day School memang meanrik perhatian banyak pihak. Banyak pihak, terutama yang selama ini sudah merintis pendidikan berbasis pesantren maupun dinniyah menganggap kebijakan ini menghasilkan lebih banyak kemadhorotan ketimbang sisi baiknya. Di Semarang sendiri, NU, Maarif, Banom dan berbagai elemen masyarakat yang menolak penerapan Full Day School menggelar Aksi Damai dengan melakukan longmarch […]Read More

Perkuat Silaturrahim, PAC IPNU IPPNU Ayah Gelar KGBS

Kemah Galang Bhakti Sosial (KGBS) ke-21 Pimpina Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Ayah sukses digelar, pada Jum’at-Minggu, (7-9/7/2017). Ranting IPNU IPPNU Srati sebagi tuan rumah sekaligus panitia lokal total untuk memfasilitasi agenda tahunan PAC IPNU IPPNU Ayah. Upacara pembukaan dilaksanakan di lapangan Bengkok desa Srati, Kec. Ayah, Kab. […]Read More

Idul Fitri

Semenjak kecil hingga dewasa, entah berapa kali kita mengulang ritual puasa dan menjumpai idul fitri. Ketika kecil, hari raya idul fitri begitu berarti dan sangat dinanti-nanti hingga semalaman membuat kita tak nyenyak tidur ingin cepat berjumpa pagi, agar bisa segera mengenakan pakaian baru dan bercengkrama dengan sanak saudara. Pandangan kebahagiaan kita saat kecil masih berkisar […]Read More

Open chat
Butuh Bantuan?
Haiii.. Selamat datang di Website Resmi PW IPNU Jawa Tengah dan 180 Channel (IPNU Jateng Media Coorporation)

Ada yang bisa Admin bantu?

Info lebih lanjut silahkan klik tombol Open Chat