Tags : #ArtikelPilihan

Mengenal Tolchah Mansoer, Pendiri IPNU

Prof. Dr. KH. Moch Tolchah Mansoer, beliau adalah seorang ulama sekaligus cendekiawan muslim yang berpengaruh. Beliau juga seorang guru besar ilmu keislaman dan hukum tata negara di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta dan beberapa kota lain. Beliau juga menjadi salah satu dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang beberapa kali pernah menjabat sebagai dekan ataupun rektor […]Read More

Menjadi Indonesia dengan Pancasila

Tahun 1900 tiga prasyarat bagi bangkitnya pergerakan kebangsaan Indonesia telah terpenuhi; yaitu: kesatuan ekonomi, kesatuan administrasi politik (pemerintahan) dan kesatuan budaya. Walaupun sudah terpenuhi namun kebangsaan tidaklah bangkit dengan sendirinya, namun dibutuhkan momentum dan alat pemersatu yang tepat sebagai dasar negara; sehingga momentum menyerahnya Jepang tanpa syarat kepada Sekutu (karena bom Nuklir di Hiroshima dan Nagasaki) […]Read More

Membentuk Karakter Kader Dalam Bidang Agama

SIDOREJO – Memperingati bulan suci ramadhan, pimpinan ranting IPNU-IPPNU desa Sidorejo adakan kegiatan Darling (Tadarusan Keliling) yang akan dilaksanakan dari tanggal 8 – 26 Mei 2019 dimulai jam 16:00 WIB sampai menjelang berbuka puasa, kegiatan tersebut berlangsung di masjid dan mushala sedesa Sidorejo. Selain untuk mendapat ridha dari Allah SWT serta mempererat tali silaturahmi sesama […]Read More

FDS, BOM Waktu Untuk Jokowi

Wajah pendidikan Indonesia saat ini sedang mengalami tarik ulur kebijakan. Disaat sistem pendidikan yang belum dirasakan maksimal karena gonta-gantinya kurikulum pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Muhajir Effendi justru mengeluarkan kebijakan yang kontroversial yaitu Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tentang penerapan Lima Hari Sekolah atau Full Day School (FDS) bagi satuan pendidikan di seluruh Indonesia […]Read More

Cheng Ho dalam Seorang Zainudin Zidane

Generasi 80-an atau 90-an selalu berbangga diri dengan jargon, “Hanya generasi kita yang mengenal sepakbola Italia”; atau sebenarnya saya curiga bahwa generasi itu hanya korban TVRI yang tidak memberi pilihan selain sepakbola Italia. Untuk membuktikan hal ini saya perlu numpaki mesin waktu; berkelana jauh ke belakang pada dekade 90-an, saat sepakbola Italia berjaya. Mbak sepupu saya […]Read More

Menciptakan Yang Baru Yang Lebih Baik

Para pendahulu telah menanam sehingga kita memakan buahnya. Sekarang kita juga menanam agar generasi mendatang memakan hasilnya. – KH. Wahid Hasyim Jarang sekali saya berlama-lama di rumah; dan hari ini adalah satu dari sekian jarang hari yang saya putuskan untuk berlama-lama; bersantai dirumah. Kamar saya belum berubah jauh sejak saya tinggalkan. Beberapa foto gusdur mendominasi […]Read More

Pesan Susi Afitriyani; Korban Bom Kampung Melayu Akan Pentingnya Perdamaian

Pristiwa Bom Bunuh Diri yang terjadi di Kampung Melayu akhir-akhir ini tentu mengagetkan kita. Bagaimana tidak? Di tengah upaya persatuan dan penangkalan radikalisme yang gotong royong dilakukan oleh masyarakat, baik dari kalangan Pesantren, Organisasi Masyarakat hingga Kepolisian, masih saja ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan melakukan teror dengan berbagai dalih. Tidak sampai disitu kekagetan […]Read More

Memaknai Kekalahan Politik Dalam Lintasan Sejarah Umat Islam

Bagaimana memahami sebuah kekalahan politik dalam perspektif sejarah Islam? Kita akan mendapati serpihan yang menarik: kebenaran tak selamanya berupa kemenangan, sebagaimana kekalahan tak otomatis mengonfirmasi sebuah kesalahan. Sejarah Nabi Muhammad dan keluarganya malah begitu pilu untuk dituturkan. Mari kita simak bersama agar kemenangan tak membuat kita menjadi jumawa, sedangkan kekalahan tak membuat kita berlarut dalam […]Read More

Nostalgia Permainan Tradisional di “Kampung Dolanan”

Magelang – Semakin kuatnya perkembangan zaman ke arah modernisasi membuat beberapa kalangan masyarakat daerah lupa akan sejarah Nusantara ini. Modernisasi sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat. Dampak yang ditimbulkan tersebut dapat berupa positif maupun negatif, tergantung bagaimana masyarakat menyikapi hal tersebut. Modernisasi seakan meracuni fikiran masyarakat dan membuat mereka seolah amnesia akan sejarah Nusantara. Seperti contoh […]Read More

Ratapan Kertas

Terkadang lembar-lembar sepuh itu berangan-angan Terbang menjadi kupu-kupu bersama resah di kalbu Saat tangan-tangan tak lagi berkenan menyentuh usang kulitnya Saat setiap mata, memandang sini pada debu di wajahnya   Apalah arti sebuah perjuangan Yang dikukuhkan oleh para ilmuwan Kala kini, saat derap langkah enggan bersambang Menengok pada berpuluh-puluh darah dan nafas Yang menjelma pada […]Read More