Satu Jam Bersama Duta Pelajar NU Jawa Tengah

Duta identik dengan sebuah gelar penobatan. Termasuk dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), duta pelajar menjadi salah satu penghargaan tersendiri bagi pelajar berprestasi. Tidak hanya berprestasi, menjadi suri tauladan juga merupakan tugas besar bagi sang duta.

Desy Panca Wardani, gadis yang akan berusia 17 tahun pada 10 Desember tahun ini, merupakan Duta IPPNU tahun 2016. Segenap prestasi pernah diraihnya dalam berbagai kejuaraan, membuktikan bahwa Desy layak menjadi sang duta. Seperti Juara 1 tingkat Kabupaten lomba pidato se Kabupaten Kendal, Juara II tingkat kabupaten lomba presenter se Kabupaten Kendal, serta masih banyak lagi kejuaraan yang ia menangkan merupakan bukti bahwa Desy berprestasi. Sedikit cerita suka duka sang duta, ia bagikan kepada pelajar NU se Jawa Tengah, saat ditemui oleh tim cyber  ipnujateng.or.id di Gedung PWNU lantai 2, Semarang. Berikut hasil wawancara dengan Desy Panca Wardani, Duta IPPNU Jawa tengah tahun 2016.

Produktif membuat film sejak jenjang Sekolah Menengah Kejuruan

Sebenarnya, apa itu fungsi duta pelajar?

Desy : “Sebenarnya fungsi duta sangatlah banyak, antara lain menjadi icon pelajar NU, menjadi contoh yang baik, serta memberikan citra yang sesuai dengan tingkah laku pelajar.”

Kesulitan apa yang dihadapi saat menjadi duta pelajar?

Desy : “Tidak ada yang sulit jika kita jalani dengan hati yang ikhlas. Berjuang menjadi pilihan saya, amanat menjadi duta memang terlihat berat. Akantetapi banyak yang mendukung dan mengingatkan, sehingga amanah tersebut dapat saya jalani dengan ringan hati.”

Sebenarnya, apa patokan keberhasilan dalam duta pelajar?

Desy : “Patokannya hanya satu, amar ma’ruf bil ma’ruf. Yaitu menegakkan kebaikan dengan kebaikan. Ketika seorang duta sudah terpilih, maka kewajibannya adalah menyebarkan kebaikan itu sendiri. Penyebaran ini tentunya dengan hati yang ikhlas, tingkah laku yang sesuai dengan ajaran Islam, serta tidak lupa mencirikan pelajar Nahdliyin yang cerdas dan bermartabat.”

Lalu, apa tips pribadi dalam menjalani aktifitas sebagai Duta IPPNU?

Desy : “Yang sering saya lakukan, dalam setiap aktifitas adalah meminta restu kepada orang tua. Dukungan moril orang tua memberikan semangat tersendiri dalam menjalani keseharian saya. Tips lainnya adalah dengan percaya diri. Belajar percaya diri memang sulit, tetapi ketika kita sudah mampu, maka InsyaAllah banyak orang yang memerhatikan dan mendukung langkah kita.”

Desy, meluangkan waktu untuk bersantai di tengah kesibukan.

Suka dukanya menjadi Duta IPPNU itu apa saja?

Desy : “Banyak sih sebenarnya. Sedikit cerita, pemilihan duta IPNU- IPPNU tidak serta merta karena prestasi, tetapi melalui penilaian yang cukup melelahkan. Beberapa hari saya memersiapkan penilaian tersebut, hingga selama beberapa hari tidak pulang kerumah hanya untuk memersiapkannya. Pengalaman berharga tentunya saya dapatkan dalam prosesi pemilihan tersebut. Mulai dari terjatuh dari kendaraan karena wira- wiri guna mengumpulkan materi, hingga merasa minder dikarenakan peserta lainnya yang lebih ahli. Akan tetapi, dukungan keluarga, teman- teman, hingga guru menjadi motivasi tersendiri untuk saya terus maju, dan akhirnya menjadi Duta IPPNU Jawa Tengah tahun 2016.”

Bolehkan berbagi pesan bagi pelajar se Jawa Tengah agar semakin berprestasi?

Desy : “Pesan saya hanya ada 4 hal. Pertama jangan pernah lupa untuk meminta doa restu kepada orang tua. Kedua, jangan pernah malas untuk mencari ilmu, meskipun berat tetapi akhirnya akan berbuah manis. Ketiga jangan pernah meninggalkan nilai- nilai religius dalam kehidupan kita. Dan terakhir, jangan pernah berputus asa, karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan.”

Reporter : Birrul Alim / Editor : R. Hasan

Terkait
Terbaru

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu