RAMADHAN LEBIH INDAH BERSAMA PAC IPNU IPPNU WANAYASA BANJARNEGARA

Marhaban Ya Ramadhan, itulah sebutan untuk bulan  suci yang telah berlalu kenangan dan semangat dalam menempuhinya masih begitu terasa., bulan yang dirindukan seluruh ummat islam di dunia, tidak terkecuali para pemuda pemudi di kecamatan Wanayasa yang tergabung dalam sebuah organisasi keislaman yaitu Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Selama bulan ramadhan ini banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh para pengurus dan diikuti seluruh anggota PAC IPNU IPPNU Wanayasa diantaranya Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling), Tadarus Al-Qur’an bersama, dan Pesantren Ramadhan di SMPN 03 Wanayasa.

 

Tarawih Keliling (Tarling) dan Tadarus Al-Qur’an bersama

 

Dalam satu bulan terselenggara kurang lebih delapan kali Tarling yang bertempat di seluruh ranting PAC Wanayasa, namun karena keterbatasan kendaraan dan terkendala lokasi yang jauh ranting Pesantren hanya mengikuti tiga kali tarling yaitu yang terselenggara di ranting Kasimpar, ranting Kubang, dan ranting Bantar. Namun, walaupun tidak mengikuti secara keseluruhan kegiatan tarling tersebut tidak mengurangi nilai-nilai yang dipelajari selama mengikuti kegiatan tersebut.
Adapun hal-hal yang dapat kami petik selama mengikuti kegiatan tarling dan tadarus tersebut, antara lain kami menjadi memahami bahwa dalam suatu kegiatan sudah pasti terdapat kelebihan dan kekurangan, sekalipun kegiatan tersebut merupakan kegiatan keagamaan. Kelebihan dari kegiatan ini pertama,jika dulu sebelum kami bergabung dengan PAC IPNU IPPNU Wanayasa dan mengikuti kegiatan tarling tersebut kami melaksanakan ibadah sholat tarawih dan tadarus hanya di satu tempat saja yaitu di Rumah Ibadah masing-masing yang dekat dengan tempat tinggal namun dengan bergabung ke organisasi ini kita bisa beribadah Di lokasi yang berbeda dan mungkin belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Kedua, terjalin silaturrahim antar ranting yang sebelumnya kita tidak saling mengenal. Ketiga, belajar tentang perbedaan budaya yang terdapat dalam masing-masing ranting sebagai contoh terdapat perbedaan dalam metode mushafahah (bersalaman) antara jama’ah di dusun sruni dan jama’ah dusun Jomblang,yaitu jika di Sruni jama’ah hanya bersalaman dengan orang yang berada didekanya saja namun jama’ah di Jomblang bersalaman dengan cara memutar atau berkeliling sehingga dapat bersalaman dengan seluruh jama’ah. Keempat, kami belajar metode bersosialisi dengan masyarakat umum dan belajar tentang metode pemecahan masalah melalui metode diskusi.
Disamping hal-hal positif tersebut, terdapat pula kekurangan yang masih terjadi dalam kegiatan tarling dan tadarus bersama tersebut, antara lain:

1) Miss communication yang terjadi diantara coordinator ranting yang satu dengan yang lain maupun antara coordinator ranting dengan pengurus PAC IPNU IPPNU Wanayasa menyebabkan anggota ranting tidak dapat sampai tepat waktu dan tidak bisa mengikuti kegiatan secara keseluruhan yang diakibatkan oleh ketidak tahuan lokasi.

2) Tidak semua orang memiliki pola fikir yang sama, khususnya berkaitan dengan keikut sertaan remaja putri pada kegiatan tersebut yang mengharuskan mereka untuk pulang larut malam. Hal ini menimbulkan kesan yang berbeda-beda dalam pandangan masyarakat umum, sebagian berpendapat bahwa hal tersebut bukanlah sebuah masalah karena merupakan suatu kegiatan yang positif dan bersifat keagamaan. Namun tidak sedikit pula yang berpandangan bahwa walaupun itu merupakan kegiatan keagamaan akan tetapi tidak pantas juga apabila remaja putri bepergian hingga larut malam.

 

Pesantren Ramadhan di SMPN 03 Wanayasa

 

Banyak pengalaman yang kita dapatkan melalui program ini, kita bisa menyalurkan hobi dan potensi yang kita miliki. Menemukan hal-hal baru yang belum bisa didapatkan ditempat dan kesempatan yang lain, seperti kita mempelajari betapa pentingnya kerjasama, solidaritas dan belajar public speaking (berbicara didepan umum). Hal tersebut terbukti pada saat pelaksanaan dihari pertama apabila tidak ada kerjasama antar anggota PAC mungkin acara tersebut tidak terselenggara sampai selesai karena harus ada yang meng-handle para peserta Pesantren Ramadhan di lokasi, ada yang harus mengantar jemput Pemberi Materi da nada juga yang harus menyiapkan materi. Solidaritas juga harus ada dalam pelaksanaan sebuah program, jika sebagai pihak pelaksana tidak memiliki sikap solidaritas tentu kerjasama tidak akan terjalin karena setiap individu memiliki ego masing-masing yang berbeda, sifat tersebutlah yang dapat menghambat terjalinnya kerjasama yang baik apabila tidak ada dasar rasa solidaritas. Selanjutnya, belajar public speaking merupakan hal yang sangat penting dalam berorganisasi maupun dalam kehidupan social karena, dengan belajar public speaking insyaalloh kita dapat memposisikan diri dengan baik dalam segala situasi.
Akan tetapi terdapat sisi lain dari hal-hal yang telah disebutkan tadi. Banyak anggota yang masih pasif dalam mengikuti kegiatan dan hanya sekedar dating ke lokasi kegiatan saja. Sangat diharapkan kedepannya yang ikut peran aktif bukan hanya pengurus saja namun seluruh anggota, supaya mengurangi sikap ketergantungan anggota terhadap pengurus. Hal ini sebagai wujud antisipasi dikarenakan tidak selamanya pengurus memiliki waktu sempat, sudah pasti suatu saat memiliki halangan sehingga, kegiatan tetap berjalan dan semua anggota bisa menunjukkan potensinya. Selain itu, jika anggota juga berperan aktif kegiatan PAC IPNU IPPNU cakupannya akan semakin luas, mungkin untuk ramadhan tahun ini baru bisa dilaksanakan di SMPN 03 Wanayasa besar harapan di bulan ramadhan tahun depan bisa berkegiatan di sekolah-sekolah yang lain atau lembaga-lembaga yang lain pula.

 

Kesan untuk PAC IPNU IPPNU Wanayasa

 

Berbicara tentang kesan, mungkin apabila dituliskan tidak akan cukup dengan ratusan halaman. Akan tetapi mungkin beberapa kalimat ini akan sedikit mewakili kesan yang ingin kita sampaikan kepada PAC IPNU IPPNU Wanayasa. “Ramadhan ini lebih indah karena ada IPNU IPPNU”, “Jiwa mudaku terlahir karena IPNU IPPNU”, “Aku mengenal arti silaturrahim lebih dalam karena IPNU IPPNU”, “ Aku menemukan lambang cinta yang haqiqi di IPNU dan lain sebagainya. Kalimat-kalimat tersebut bukan sekedar bualan belaka namun tersirat makna yang sangat dalam di setiap kata. Syukron katsiir, samsahamida, thanks so much, maturnuwun dan terimakasih untuk PAC IPNU IPPNU Jazakumullohu khoiron..

Pesan untuk PAC IPNU IPPNU Wanayasa

  1. Dalam setiap melaksanakan kegiatan tetap harus mempertimbangkan PDPRT yang sudah ada, karena kita berorganisasi dalam naungan organisasi yang sudah terstruktur.
  2. Mari kita belajar kembali untuk memperbaiki kode etik berorganisasi dan kode etik dalam berdiskusi, terutama untuk pengurus yang sering di percaya sebagai actor utama dalam diskusi karena baik atau tidak kita dalam membimbing diskusi akan sangat berpengaruh terhadap seluruh peserta diskusi. Selain itu walaupun kita belum bisa menjadi orang yang baik akan tetapi karena kita adalah actor utama secara otomatis apa yang kita lakukan akan menjadi bahan percontohan oleh anggota yang lain. Di sisi lain karena tidak menutup kemungkinan kita akan berdiskusi dengan forum yang lebih besar, dikhawatirkan tanpa disadari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan dalam forum PAC yang kurang positif akan terbawa ke forum yang lain.
  3. Mari kita kembangkan kegiatan-kegiatan yang positif dan inovatif yang bisa bermanfaat dan berpegaruh positif untuk seluruh anggota PAC.
  4. Kami berpendapat perlu diadakan program khusus untuk para coordinator tiap ranting karena sukses atau tidaknya kegiatan PAC semua bergantung pada masing-masing ranting. Sebab, tanggungjawab kita yang paling besar adalah kepada para anggota dan orangtua anggota sedangkan yang paling dekat dan lebih mengetahui situasi kondisi anggota adalah coordinator ranting. Jadi, jika coordinator ranting memiliki bekal yang cukup akan memudahkan mereka dalam mengemban tugas dan amanah.
  5. Mari kita pelajari dan terapkan lagi fungsi manajemen yang paling sederhan yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controling) supaya PAC IPNU IPPNU Wanayasa kedepannya lebih terarah dan semuanya bisa berperan aktif.
  6. Mari kita berusaha untuk lebih bijak dalam menghadapi masalah, terutama masalah internal antar pengurus maupun anggota. Jika terjadi kesalah pahaman sebaiknya dibicarakan secara langsung dan diselesaikan bersama karena ketika hanya mengumpat dibelakang atau menggunakan media social sebagai tempat curhat sebuah permasalahan tidak dapat terselesaikan justru dapat menimbulkan persoalan yang lain.
  7. Mari kita melestarikan budaya yang IPNU IPPNU sowan kepadapara kyai atau pemuka agama dan para senior Nahdliyyin sehinnga bisa mendekatkan ikatan batin kita dengan para beliau serta diharapkan ketika kita dekat dengan para beliau ketika IPNU IPPNU akan mengadakan kegiatan dan memerlukan dukungan moral dan material insyaalloh akan lebih mudah, selain itu ketika kita menghadapi masalah kita mempunyai acuan untuk dimintai problem solving.

Disusun Oleh: Ranting Pesantren

Terkait
Terbaru
Nutizen

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu