Puisi Pra Konferensi

 

Satu periode berselang sudah hampir dirampungkan. Masa jabatan kepengurusan sudah harus diparipurnakan. Demisioner otomatispun mulai dihawatirkan. Kekosongan kekuasaan atau vakum kepengurusan menjadi ancaman serius, yang tak boleh biarkan.

Waktu Konfrancab mulai diperdebatkan. Tempat Konfrancab dipertimbangkan. Peserta Konfrancab mulai dicatatkan. Ranting dan Komisariatpun berusaha dihidupkan atau paling tidak ada perwakilan.

Kepanitian sudah terbentuk; dari ketua panita hinga seksi konsumsi sampai seksi huru-hara sudah ada. Konsep Konfrancab harus dirancang dengan matang; dari pembukaan hingga ahir penutupan. Tak lupa berbagi hiburan juga harus di tampilkan, dengan begitu panggung kebesaran pun harus dibuat besar dan menawan, juga sound system harus kualitas nge-Bass, supaya tidak ada yang kecewa dengan hasil suaranya.

Namun, rapat pleno dan sidang komisi pun juga tak boleh dilupakan. Serta Laporan Pertanggungjawaban (LPj) juga harus disampaikan dengan elegan. Pandangan umum juga dibebaskan dan pemilihan ketua pun harus fair dilakukan, jurdil (jujur dan adil) benar-bener kita lakukan, bukan sekedar diomongkan. Karena Konfrensi adalah belajar berdemokrasi.

Iya, konfrensi adalah belajar berdemokrasi. Belajar rempug sana rempug sini. Belajar tampil menyalon kan diri. Belajar strategi. Belajar administasi. Belajar… belajar… dan belajar. Karena IPNU adalah PELAJAR, dan pelajar berarti harus BELAJAR.

Asas demokrasi harus kita junjung tinggi, hak politik seseorang juga harus dibebaskan, hak memilih dan dipilih harus dibuka selebar lebarnya bagi setiap warga IPNU dan IPPNU.

Tidak penting siapa yang nanti menyalonkan diri, tidak penting juga siapa pemenangnya nanti. Yang terpenting kita harus tetap belajar, mengikuti dan setiap proses konfrensi yang terjadi, dan kalau bisa menuliskannya di dalam buku catatan agar bisa terabadikan.

Konfrensi adalah belajar berdemokrasi. Belajar rempug sana rempug sini. Belajar tampil menyalon kan diri. Belajar strategi. Belajar administasi. Belajar… belajar… dan belajar. Karena IPNU adalah PELAJAR, dan pelajar berarti harus BELAJAR.

oleh Kifayatul Ahyar

Kordinator Departemen Pengkaderan PAC IPNU Ajibarang.

Terkait
Terbaru

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu