Oleh : Muhammad Bayu Shofi

PR IPNU Jatirogo

Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama adalah organisasi yang bersifat keterpelajaran, pengkaderan, kemasyarakatan, kebangsaan serta keagamaan artinya didalam nya harus terdapat sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas. Dalam proses pembekalan dan peningkatan SDM setiap anggota tidak lepas dari berjalannya organisasi tersebut. Dan sedangkan organisasi yang baik tidak lepas dari pemimpin yang dapat memanajemen organisasinya. Dalam teori manajemen, seorang dalam manajemen terdapat 4 prinsip (Ramanda Yogi Pratama, Program Studi S-1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani), yaitu:

1. Planning (perencanaan)
Planning atau Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan seefektif dan seefisien mungkin. Rencana-rencana dibutuhkan untuk memberikan kepada organisasi tujuan-tujuannya dan menetapkan prosedur terbaik untuk pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dengan adanya rencana, maka memungkinkan:
a) Organisasi bisa memperoleh dan mengikat sumber daya-sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan.
b) Para anggota organisasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang konsisten dengan berbagai tujuan dan prosedur yang ada.
c) Kemajuan dapat terus dimonitoring dan diukur, sehingga tindakan korektif dapat diambil bila tingkat kemajuan tidak memuaskan.

2. Organizing (pengorganisasian)
Fungsi manajemen berikutnya adalah pengorganisasian (organizing). George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa: “Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu”
Fungsi Organizing menciptakan struktur formal dimana pekerjaan ditetapkan, dibagi, dan dikoordinasikan. Sebagaimana halnya yang tertera pada gambar fungsi-fungsi manajemen diatas, bahwa pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang didalamnya terdiri dari:
a) Penentuan sumberdaya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi
b) Perancangan dan pengembangan suatu organisasi yang akan membawa hal-hal tersebut untuk mencapai tujuan
c) Penugasan tanggung jawab tertentu
d) Pendelegasian wewenang kepada individu-individu tertentu untuk melaksanakan tugas-tugasnya

3. Actuating (pelaksanaan)
Setelah rencana disusun, mengorganisir sumber daya uang ada maka fungsi selanjutnya adalah menggerakkan atau mengarahkan anggota untuk bergerak dalam mencapai tujuan yang diinginkan Fungsi ini secara sederhana adalah bagaimana membuat anggota organisasi mau melakukan apa yang diingninkan organisasi. Dengan demikian fungsi ini sangat melibatkan kualitas, gaya kepemimpinan, motivasi, komunikasi, dan budaya organisasi. Fungsi manajemen seperti perencanaan dan pengorganisasian menyangkut aspek-aspek yang abstrak dalam organisasi, sedangkan fungsi pengarahan sangat berkaitan langsung dengan anggota dalam organisasi.

4. Controlling (pengontrolan)
Semua fungsi yang ada tidak akan berjalan efektif tanpa adanya pengawasan (controlling). Pengawasan ini merupakan penerapan suatu cara atau tools yang mampu menjamin bahwa rencana yang telah dilaksanakan telah sesuai dengan yang ditetapkan. Pengawasan dapat terjadi dalam dua sisi, yaitu pengawasan postif dimana mencoba mengetahui apakah tujuan organisasi dicapai dengan efektif dan efisien. Pengawasan negatif dimana mencoba menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau dibutuhkan tidak akan terjadi kembali.

Implementasi Ahlusunnah Wal-jamaah
Pengimplementasian Ahlusunnah Wal-jamaah atau Aswaja dalam kehidupan beragama, berbangsa, serta bernegara sangatlah penting dan menjadi salah satu kunci membawa perubahan yang lebih baik dalam berkehidupan. (Yoyok Amirudin, 2017) Istilah atau kata Ahlusunnah Wal-jamaah (Aswaja) didapatkan dari sebuah hadist Imam Thabrani, yaitu yang artinya sebagai berikut:
“orang-orang Yahudi bergolong-golong terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, orang Nasrani bergolong-golong menjadi 71 atau 72 golongan, dan umatku (kaum muslimin) akan bergolong-golong menjadi 73 golongan. Yang selamat dari padanya satu golongan dan yang lain celaka. Ditanyakan ‟Siapakah yang selamat itu?‟ Rasulullah SAW menjawab, “Ahlusunnah Wal-jama’ah” Dan kemudian ditanyakan lagi, “apakah Ahlusunnah Wal-jamah itu?” Beliau menjawab, “Apa yang aku berada di atasnya, hari ini, dan beserta para sahabatku (diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diamalkan beserta para sahabat)”

Berdasarkan hadits di atas pengertian Aswaja adalah ajaran yang sudah diajarkan Rasulullah SAW dan para Sahabat serta dilanjutkan oleh para Ulama’.
Opini peran IPNU sebagai lokomotif dan agen perubahan bangsa itu sebenarnya sudah sesuai dengan nilai-nilai Ahlusunnah Wal-jamaah (Aswaja) yang dijadikan patokan dalam berpikir dan bertindak apabila diterapkan serta diimplementasikan, yaitu:
1. Tawasuth (moderat) dan Taadul (Keadilan)
Indonesia adalah negara yang multikultral. Akan banyak suku, ras, budaya, agama dan bahasa. maka dipelukannya sikap dan sifat tawasuth yaitu moderat (tengah-tengah) dalam keadaan apapun da dimanapun. Makna dari tengah tengah sendiri yaitu tidak condong ke kanan atau ke kiri serta mampu mendamaikan, menentramkan dan berfikir terbuka. Allah berfirman dalam Q.S. Al-baqarah ayat 143:
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot”.
2. Tasamu (toleransi)
Banyaknya perbedaan di Indonesia, sikap toleransi sangatlah penting yang berfungsi saling respek, menghargai akan perbedaan yang ada. Nilai Aswaja tasamu sejalan dengan moto atau semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu. Semboyan tersebut bermakna meskipun bangsa Indonesia yang multikultural akan banyak perbedaan tetapi harus tetap satu dan menjunjung tinggi sifat toleransi. Firman Allah dalam Q.S Luqman ayat 15:
وإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونََ
“dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.
3. Tawazun (seimbang)
Allah SWT menciptakan di bumi ini berpasang-pasangan, siang-malam, bumi-langit, laki-perempuan, befgitu juga dunia-akhirat. Kita dalam berkehidupan harus berfikir rasional bahwasanya kita hidup di dunia untuk mencari bekal untuk kehidupan selanjutnya yang kekal yaitu akhirat. Sikap tawazun (seimbang) sudah dijelaskan dalam firman-Nya. Firman Allah dalam Karakter tidak dapat di wariskan, namun karakter harus dibangun dan di kembangkan melalui proses yang tidak instan. Firman Allah SWT dalam Q.S Al-qashash ayat 77 yaitu:
وٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.
4. Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Pengertian amar ma’ruf nahi mungkar adalah mengajak untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran. Secara hakikat amar ma’ruf nahi mungkar adalah upaya dalam menegakan agama Allah serta untuk kemaslahatan umat dalam berkehidipan berbangsa dan bernegara. Apabila nilai amar ma’ruf nahi mungkar dapat diterapkan dapat menciptakan ketentraman dan kedamaian. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
“Jika di antara kamu melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu, dan jika kamu tidak cukup kuat untuk melakukannya, maka gunakanlah lisan, namun jika kamu masih tidak cukup kuat, maka ingkarilah dengan hatimu karena itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).

Pendidikan Karakter dan Kaderisasi dalam IPNU
Pendidikan, sebagaimana pernah dikemukan oleh R.J. Menges adalah keseluruhan proses dalam rangka membantu manusia menapaki kehidupannya. Dalam konteks yang demikian, pendidikan menempati posisi yang sangat sentral dan strategis dalam rangka membangun kehidupan manusia baik kehidupan individu maupun sosial yang diharapkan mampu memposisikan manusia dalam kehidupan yang plural (Yoyok Amirudin, 2017).

Pendidikan sudah disadari adalah sarana atau cara yang telah dilakukan umat mansia sepanjang kehidupannya untuk menjadi sarana dalam melakukan transmisi dan transformasi baik nilai dan ilmu pengetahuan. Sedangkan sebuah Karakter tidak dapat di wariskan, namun karakter harus dibangun dan di kembangkan melalui proses yang tidak instan. Demikian, pendidikan karakter sangatlah penting untuk pelajar/santri dalam rangka transformasi peradaban bangsa yang lebih baik.
Pendidikan Indonesia tidat luput dari berbagai tantangan dan harus dihadapi. Seperti halnya sarana dan pra sarana, tunjangan guru, pola sikap dan pikir siswa apalagi pola pikir siswa yang sudah terpapar faham radikalisme.

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa indnesia untuk menjadikan dan mewujudkan opini peran pelajar/santri sebagai lokomotif dan agen perubahan bangsa baik di lingkungan pendidikan formal maupun non formal (pondok pesantren).

Pendidikan karakter (Wikipedia) merupakan bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukan bagi generasi selanjutnya. Sedangkan menurut Prof H. pralamula Mahrus Razzan, Lc, M.Sc, M.Th, Ph.D pendidikan karakter adalah suatu ilmu pengetahuan yang berfungsi memperbaiki karakter manusia yang perl di tanamkan sejak dini guna mencetak generasi berakhlak dan bermoral pancasila yang masih dalam lingkup revolusi mental.

Kaderisasi adalah proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. Berarti kaderisasi kepemimpinan adalah proses untuk mempersiapkan seseorang untuk menjadi pemimpin dimasa yang akan datang, yang akan memikul tanggung jawab penting dilingkungan suatu organisasi atau tim.

Kaderisasi sendiri mempunyai fungsi, berikut ini adalah beberapa fungsi dari kaderisasi yaitu:
1. Melakukan rekrutmen anggota baru
2. Menjalankan proses pembinaan, penjagaan, pengembangan anggota
3. Menyediakan sarana untuk pemberdayaan potensi anggotasekaligus sebagai pembinaan dan pengembangan aktif
4. Mengevaluasi dan melakukan mekanisme dan kontrol organisasi.

Bentuk-Bentuk Kaderisasi
Bentuk-bentuk kaderisasi IPNU – IPPNU terdiri dari:
1. kaderisasi formal adalah dilakukan melalui pelatihan-pelatihan kader berjenjang yang bersifat formal dan baku, serta pelatihan-pelatihan pengembangan kader lainnya.
2. kaderisasi in-formal adalah dilakukan di luar jalur-lajur pelatihan formal, baik melalui pendampingan atau praktek lapangan.
3. kaderisasi non-formal adalah dilakukan langsung melalui keterlibatan dalam kepenguruan organisasi, kepanitiaan dan kehidupan nyata di tengah masyarakat.

Tahapan Kaderisasi
Proses kaderisasi pada organisasi IPNU – IPPNU dasarnya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. rekrutment calon anggota
Rekrutmen calon dilakukan dengan tahapan:
a. pengenalan IPNU kepada calon anggota dan pelajar pada umumnya;
b. pendataan calon anggota;
c. pendekatan dengan berbagai metode dan kegiatan.
2. pelatihan formal
Pelatihan formal adalah pelatihan berjenjang dan pelatihan non-jenjang dalam struktur kaderisasi formal.
3. pendampingan dan treatment
dilakukan dengan berbagai motode, pendekatan dan kegiatan yang diorientasikan untuk mendampingi dan merawat out-put pelatihan formal serta menjaga kesinambungan proses kaderisasi.
4. Pengembangan
dilakukan dengan penguatan, pendalaman dan pengembangan kapasitas, pengetahuan, dan militansi kader. Pendampingan dan pengembangan merupakan salah satu bentuk kaderisasi in-formal dan non-fomal.
5. distribusi kader.
Distribusi kader dilakukan dengan memfasilitasi para kader untuk mengaktualisasikan potensi, kapasitas dan militansinya dalam kerja nyata, baik dalam ranah internal organisasi maupun ekternal organisasi
Jenjang pelatihan:
Jenjang pelatihan di dalam organisasi IPNU –IPPNU adalah sebagai berikut:
1. Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA)
Masa Kesetiaan Anggota, selanjutnya disebut MAKESTA, diselenggarakan oleh PR dan PK atau gabungan dua atau lebih PR dan PK.
2. Latihan Kader Muda (LAKMUD)
Latihan Kader Muda, selanjutnya disebut LAKMUD, diselenggarakan oleh PAC atau gabungan dua atau lebih PAC.
3. Latihan Kader Utama (LAKUT)
Latihan Kader Utama, selanjutnya disebut LAKUT, diselenggarakan oleh PC atau gabungan dua atau lebih PC
4. Latihan Pelatih I (LATPEL I)
Latihan Pelatih I, selanjutnya disebut LATPEL I, diselenggarakan oleh PC atau gabungan dua atau lebih PC.
5. Latihan Pelatih II (LATPEL II)
Latihan Pelatih II, selanjutnya disebut LATPEL II, diselenggarakan oleh PW atau gabungan dua atau lebih PW.

 

DAFTAR PUSTAKA

Amirudin Yoyok, Vicratina , Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Aswaja, Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam, , Volume 2 Nomor 2, November 2017.

http://ipnubatang.blogspot.com/2011/04/sistem-kaderisasi.html?m=1

Id.m.wikipedia.org

Yogi Pratama Ramanda, Program Studi S-1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani.

PD-PRT IPNU

Ahmad Faiz Yahya

Ahmad Faiz Yahya

Leave a Reply

Open chat
Butuh Bantuan?
Haiii.. Selamat datang di Website Resmi PW IPNU Jawa Tengah dan 180 Channel (IPNU Jateng Media Coorporation)

Ada yang bisa Admin bantu?

Info lebih lanjut silahkan klik tombol Open Chat