Penghargaan atas Keberagaman, Awal Kesatuan Negara

“Yang terpenting adalah menjaga keberagaman,”- K.H. Hasyim Muzadi

Hari ini tanggal 16 Maret 2017, tepat pukul 06.00 WIB, salah seorang pejuang Nahdlatul Ulama dipanggil Allah. K.H. Hasyim Muzadi, terlahir dengan tugas yang sama yaitu menjadi pemimpin di bumi. Hari ini, Indonesia berduka dengan kepergiannya dikarenakan Allah SWT telah mencukupkan tugasnya.

Hasyim Muzadi dikenal sebagai sosok yang memerjuangkan pluralisme keberagaman. Sama dengan K.H. Abdurrahman Wahid, atau yang lebih akrab dikenal Gus Dur, pluralitas merupakan tonggak utama dalam memperoleh kesatuan. Dalam beberapa karya yang ditulis olehnya, pluralitas kerap menjadi pokok pembahasan.

Sosok K.H. Hasyim Muzadi mulai naik daun sejak jaman orde lama. Ia pernah menjadi Koordinator Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) pada era 1966. Figur kepemimpinannya sudah terlihat sejak masih menjabat sebagai Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang. Kiprah kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi terus naik, tercatat Ia pernah menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa timur pada masa periode 1992- 1999. Perjalanan Hasyim tidak hanya terhenti hanya sampai disitu. Di tahun 1999, tepatnya pada Mu’tamar Lirboyo, Kiai Hasyim didapuk menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan berakhir pada tahun 2009.
Karir politik Kiai Hasyim juga terus mengalami kenaikan. Ia pernah mencalonkan diri menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada tahun 2004, bersanding dengan Megawati Soekarno Putri. Dan KH. Hasyim Muzadi, pada Januari 2015, ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi salah satu tim penasehat kepresidenan.

KH. Hasyim Muzadi wafat dengan meninggalkan seorang istri, Hj. Mutamimah, dan enam orang anak. Mantan Ketua Umum PBNU ini juga meninggalkan warisan yang berharga bagi NU, Islam dan Indonesia. Warisan tersebut adalah pemikiran besarnya mengenai keberagaman dan pluralitas. Kini Kiai Hasyim sudah purna tugas, cita- cita besarnya mengenai keberagaman menjadi warisan yang harus dijaga untuk kesatuan NKRI.

Sugeng Tindak, Kiai Hasyim. Doa kami teriring untukmu.

R. Hasan

Terkait
Terbaru
Artikel

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu