PBNU Tanda Tangan Kerjasama dengan Menko PMK

Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Sirodj dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia Puan Maharani menggelar pertemuan di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (3/5). Kedua pihak menandatangani kontrak kerja sama di bidang wawasan kebangsaan dan penguatan karakter. Sebelum penandatanganan, seperti yang dilansir dari NU Online, KH. Said Aqil menyampaikan bahwa NU melalui pondok pesantren dan para kiainya selalu mengajarkan karakter sebagai jati diri serta wujud integritas bangsa yang baik.

“Para kiai di pondok pesantren dan di kampung tanpa diminta dan digaji selalu memberi nasihat supaya sabar, aman, rukun, bergotong royong, juga optimis. Itu semua dalam rangka membangun karakter bangsa yang berkepribadian, berakhlak, dan berbudi luhur,” kata Ketua Umum PBNU masa Periode 2015- 2020.

Menurutnya, KH. Said Aqil, rasa aman dan damai diajarkan di NU dan pesantren melalui acara tahlilan atau syukuran. Dalam tahlilan dan syukuran, seperti yang dilansir dari NU Online, orang-orang yang misalnya tersangkut perselisihan, duduk, dan berdoa bersama, serta saling bersalaman. Hal itu jelas dapat menjalin silaturahmi kembali dan menghilangkan permusuhan.

“Di pesantren juga diajarkan kemandirian dan kesederhanaan. Itu tercermin ketika para santri belajar di pesantren tanpa niat apabila sudah pintar lalu ingin menjadi pejabat. Hal itu dilakukan karena rasa cinta pada ilmu. Perihal akan menjadi apa setelah memiliki ilmu, itu urusan nanti. Dan setelah lulus mereka tidak ingin membebani pemerintah. Para santri pun belajar pengembangan ekonomi untuk kemandirian mereka,” lanjut Kang Said.

KH. Said Aqil juga mengutarakan, bahwa NU merupakan salah satu elemen pembentuk karakter masyarakat. Hal ini menjadi kekuatan bagi NKRI untuk melindungi generasi mudanya dari pengaruh radikalisme.

“NU garda terdepan dalam membangun karakter bangsa. pemerintah sebenarnya sangat terdukung oleh NU bila ingin membangun gerakan mental bangsa karena sejak dahulu sudah mengajarkan karakter tersebut, ” pungkasnya.

Penandatanganan kerja sama terkait dengan gerakan nasional Revolusi Mental dan mengkhususkan pada tema “Pembangunan Karakter Mental Bangsa Menuju Manusia yang Berdaulat, Bermartabat, Berketahanan, dan Mandiri.”

 

Penulis : Kendi Setiawan/Alhafiz K

Penyunting :RH/IP

Terkait
Terbaru
Berita

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu