Ngopi dan Ziarah; Perekat Kesatuan Pelajar NU Soloraya

IPNU-IPPNU se-Soloraya mulai mecanangkan kegiatan bersama. Setelah vakum selama beberapa bulan, kader pelajar NU se-Soloraya mengadakan pertemuan perdananya di Sawit, Boyolali pada Jum’at, 8 April 2017.  Kegiatan yang dikemas santai tersebut bertujan untuk mengukuhkan persatuan pengurus PC IPNU-IPPNU se-Soloraya. Pasalya, regenerasi kepengurusan di semua PC se-Soloraya dilaksanakan pada tahun 2017, sehingga komunikasi perlu dibangun kembali di kepegurusan baru.

Sebanyak sembilan kader hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri dan Surakarta. Adapun Sragen dan Karangayar belum bisa hadir dikarenakan agenda yang bertabrakan. Beberapa kegiatan santai juga dilaksanakan di malam itu. Dimulai dengan ngopi bareng di angkringan Sawit Waterboom pada jam 9 malam, kesembilan kader yang hadir memulai obrolan tentang proyeksi IPNU-IPPNU Soloraya kedepan.

Dalam obrolan santai tersebut, semua kader bercerita tentang sepak terjang perjuangan mereka dalam mengawal IPNU-IPPNU di wilayah masing-masing. Hal tersebut sangat penting, mengingat atmosfer masyarakat di Soloraya yang cukup beragam. Selain itu, hambatan dan rintangan berorganisasi juga mejadi bahan perbincangan yang cukup mengasikkan. Pasalnya, Soloraya memiliki iklim organisasi yang hampir sama, sehingga perbincangan tersebut dapat dijadikan evaluasi bersama demi kemajuan IPNU-IPPNU diwilayah masing-masing.

Berbagai respon positif didapat dari kegiatan tersebut. Salah satunya dari rekan Arif Budiman dari Wonogiri. Kerinduan akan pertemuan se-Soloraya ini sangat ia dambakan. Letak geografis Wonogiri yang berada di perbatasan Jawa timur membuatnya belum berunjuk gigi di Soloraya pada periode sebelumnya. “Saya sangat merindukan kumpul seperti ini, bisa dapat masukan yang sangat membangun buat IPNU-IPPNU Wonogiri kedepan khususnya”, tutur rekan Arif.

Selain itu, pertemuan santai tersebut juga memancing ide untuk membuat kegiatan berkelanjutan. Seperti yang disampaikan rekan Zen, ketua PC IPNU Kota Surakarta. Dengan gaya khasnya, ia menyampaikan gagasanya untuk membentuk pertemuan rutin antar PC IPNU-IPPNU se-Soloraya. “Alangkah baiknya kalau pertemuan ini berlanjut untuk menambah rekatnya silaturahmi dan menambah kesolid an korda , dan bisa saling komunikasi dan sharing kayak gini”  ungkap rekan Zen. Kegiatan bersama antar PC IPNU-IPPNU se-Soloraya yang lain juga menjadi rancangan kedepan. Akan tetapi, rancangan-rancangan tersebut akan terus dikaji agar persatuan IPNU-IPPNU se-Soloraya semakin solid.

Setelah ngopi bareng, kegiatan dilanjutkan dengan berziarah ke makam K.H Ahmad Siroj Umar di makam haji, Kartasura, Sukoharjo. Tokoh yang kerap disapa Mbah Siroj itu merupakan tokoh pejuang NU pada era penjajahan yang perlu ditimba nilai-nilai perjuanganya. Ziarah tersebut dilaksanakan sebagai langkah awal dalam pengawalan IPNU-IPPNU Soloraya. Tradisi ke-NU-an tersebut perlu dibangun sejak awal, mengingat tradisi tersebut mulai terkikis dalam kehidupan anak muda. Selesai ziarah, acara dilanjutkan dengan ngobrol santai di Kota Solo, tempat dimana organisasi IPNU lahir. (Lek Mur)

 

Terkait
Terbaru

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu