20191020_192249_compress52

Membuka Konektifitas Antara Ketua PAC dengan Pengurus Ranting

Dalam organisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’) yang merupakan badan otonom dari ormas Nahdlatul Ulama (atau lebih sering disebut NU) terdapat beberapa tingkatan kepengurusan dari tingkat Pimpinan Ranting (PR) yang berkedudukan di satu Desa atau Kelurahan sampai tingkat Pimpinan Pusat (PP) yang berkedudukan di pusat ibukota Jakarta.

Masing-masing Pimpinan mempunyai tugas untuk mengurus organisasi di daerahnya, adapun Pimpinan yang lebih tinggi mempunyai wewenang untuk memberitahukan informasi dari Pimpinan diatasnya ke Pimpinan dibawahnya seperti misal dari Pimpinan Pusat IPNU (PP IPNU) hendak menginstruksikan satu gerakan pelajar kepada semua anggota IPNU se-Indonesia maka PP IPNU akan merilis surat instruksi secara terbuka, akan tetapi surat itu tidak bisa langsung sampai di setiap anggota secara menyeluruh akan tetapi secara bertahap dari mulai masuk dulu ke tingkat provinsi (Pimpinan Wilayah/ PW IPNU) lalu dari PW IPNU menyampaikan ke jajaran dibawahnya yaitu tingkat kabupaten/ kota (Pimpinan Cabang) lalu dari PC IPNU (Pimpinan Cabang) menyampaikan ke pimpinan dibawahnya lagi yaitu di tingkat kecamatan (Pimpinan Anak Cabang) dan diteruskan ke Pimpinan Ranting (setingkat desa) barulah dari Pimpinan Ranting menyampaikan ke seluruh anggotanya mengenai instruksi dari pusat tersebut.

Tak hanya sebagai penyalur informasi saja namun tiap Pimpinan bertanggung jawab dengan pimpinan diatasnya maupun pimpinan dibawahnya seperti hidup tidaknya organisasi di satu daerah/ pimpinan sampai tolak ukurnya sebuah Pimpinan satu kecamatan (tingkat PAC) bisa dikatakan organisasinya aktif jika dari seluruh Pimpinan dibawahnya yaitu tingkat Ranting (PR) aktif.

Aktif dalam hal ini adalah adanya struktur kepengurusan, adanya anggota dalam organisasi, dan juga adanya sebuah program kerja yang direalisasikan. Namun pengurus yang duduk di tingkat PAC juga gak boleh memaksa PR untuk mengerjakan 3 hal tersebut karena Pengurus di ranting juga masih memerlukan bimbingan yang lebih dari tingkatan diatasnya yaitu PAC.

Ada beberapa cara agar PAC dapat mempunyai hubungan yang dekat dengan PR, cara ini bisa dilakukan oleh seluruh pengurus PAC terutama ketua, mengapa ketua diutamakan, karena ketualah yang mempunyai kekuasaan dan tanggung jawab atas berjalannya suatu organisasi walaupun yang mengerjakan dilapangan adalah pengurus dibawahnya, tetapi ketua punya tugas untuk mengawasi dan mengkoordinir agar pergerakan organisasi dibawahnya dapat sesuai dengan tujuan organisasi. Ketua merupakan seseorang yang dipandang dapat menggerakkan organisasi, karena jalannya suatu program adalah berkat persetujuan dari ketua.

Berikut cara untuk ketua PAC IPNU maupun IPPNU agar dapat mengatur pengurus dibawahnya dan membangun hubungan yang baik antara PAC dan PR.

1. Berkunjung ke Pimpinan Ranting minimal sebulan sekali
Menilik keadaan Pimpinan Ranting secara rutin sangat perlu dilakukan oleh ketua PAC, sama halnya dengan Kepala Daerah yang berkunjung untuk melihat keadaan rakyatnya. Ketua PAC juga berkunjung untuk menanyakan kabar dan kondisi di Pimpinan Ranting di kawasannya. supaya PAC tau apa yang sedang terjadi di Ranting apakah ranting itu sudah ada kemajuan, atau malah sedang terjadi karena ada suatu masalah, tugas PAC lah yang membantu mencarikan jawaban atas sebuah masalah yang dialami Ranting. Hal ini akan berdampak pada Pengurus Ranting ketika didatangi oleh atasannya dan dibantu menyelesaikan masalah yang ada akan sangat senang dan nantinya jika ada event atau Instruksi dari PAC maka Ranting dengan senang hati menyukseskan event tersebut.

2. Adakan sebuah pertemuan formal secara rutin antar ketua PR se-kecamatan
Pertemuan formal dalam hal ini adalah sebuah forum yang dikhususkan untuk ketua PR se-kecamatan bersama pengurus PAC, seperti diskusi, atau merancang suatu program terdekat yang kaitannya dengan Pengurus Ranting, tujuan daripada forum ini selain silaturahmi juga supaya ada hubungan yang terjalin atara ketua PR satu dengan yang lain. Bisa jadi hal ini akan muncul sebuah gagasan atau wacana akan adanya program kerjasama antara 2 PR atau lebih. Selain itu forum ini juga bisa jadi media studi banding untuk Pimpinan Ranting dimana mereka akan saling berdiskusi tentang keadaan Ranting satu sama lain dan saling berbagi cara agar Ranting masing-masing semakin aktif lagi.

3. Adakan program keagamaan untuk semua anggota IPNU & IPPNU se-Kecamatan
Masih ingat naskah janji sewaktu dilantik ?, seperti inilah kata katanya “Menjaga Martabat dan Nama Baik Agama Islam yang Berhaluan Ahlusunnah Wal Jamaah” ini adalah janji semua kader IPNU dan IPPNU se-Indonesia, jadi jangan disepelekan. Sebagai bagian dari ormas Islam terbesar yaitu Nahdlatul Ulama’, maka kita juga masih terikat dengan NU, tujuan daripada NU adalah Menjaga tradisi dan ajaran dari para walisongo, maka kita sebagai banom dibawahnya juga harus ikut serta dalam program tersebut dengan cara mengaji bersama tentang Islam Ahlussunah wal Jamaah An Nahdliyah. ngajinya juga secara rutin setiap minggu bisa, atau setiap selapan (40 hari) juga bisa dan diikuti oleh semua anggota IPNU dan IPPNU se-kecamatan (PAC). Jadi kader IPNU IPPNU bukan hanya tau tentang organisasinya saja namun juga melestarikan ajaran ajaran yang diamalkan oelh Nahdlatul Ulama’ ini juga sebagai momentum silaturahmi agar sesama pengurus ataupun anggota mempunyai hubungan yang harmonis.

Tiga cara diatas adalah cara yang sederhana dan direkomendasikan untuk ketua PAC IPNU maupun IPNU supaya PR di wilayah PAC dapat aktif, sebenarnya masih banyak cara yang musti dilakukan sesuai dengan kondisi di daerah masing-masing, tentunya dengan adanya strategi semacam ini dapat memiliki hubungan yang harmonis antar pengurus sehingga dapat bersinergi dalam segala program yang sedang dijalankan.
_________________
Di Tulis : Hafedz Maschun ( IPNU Batang)

Terkait
Terbaru

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu