Gajah, demak.ipnujateng.or.id

Upacara Hari Santri Nasional (HSN) menjadi acara rutinan siswa MTs-MA Nurul Huda Medini. Tapi upacara hari ini tampak berbeda dengan upacara HSN atau upacara umumnya, karena berbahasa Jawa saat proses upacara dari awal sampai akhir.
Upacara HSN 2019 berbahasa jawa yang dilaksanakan oleh IPNU IPPNU MA Nurul Huda berlangsung di lapangan MTs-MA Nurul Huda hari Selasa(22/10) pagi ini berjalan sukses sesuai yang direncanakan dari awal. Peserta upacara diikuti semua siswa MTs-MA Nurul Huda berpakaian ala santri dan dewan guru MTs-MA Nurul Huda berpakaian sama. Semua proses upacara hampir sama umumnya, tapi peringatan HSN 2019 ada beberapa tambahan seperti pembacaan ikrar santri, menyanyikan lagu HSN, Shubanul wathon dan Hyimne madrasah. Suksesnya upacara tidak terlepas dari persiapan dan perencanaan panjangan dari pengurus Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU MA Nurul Huda. Latihan upacara dipandu dewan guru, khususnya Bapak Nur Kholis guru bahasa Inggris yang menginisiasi adanya upacara bahasa jawa ini.
terasa unik dan menarik buat semua peserta maupun petugas upacaranya. Awalnya mereka (petugas) tidak bisa dan sering tertawa, tapi setelah berkali-kali latihan setiap pulang sekolah yang didampingi guru-guru MA Nurul Huda akhirnya memberi hasil yang memuaskan.
Semua mata pesertapun tertuju kepada semua petugas upacara yang bertugas dengan berbahasa jawa, semua terasa tenang dan khidmat dari awal sampai akhir. Terfokus pada aba-aba bahasa jawa Misalnya kata “siap grak” menjadi “siyagaaaaa.,.,.,” kemudian semua petugas menjawab bersama-sama “gyaa.,.,”. Aba-aba untuk “hormat… grak ” menjadi “kartisampeka… gya” dan lainnya semua berubah jadi berbahasa jawa.
Uniknya bahasa jawa ini tidak sekedar dari aba-aba bahasa jawa, tapi dari pembina upacara pun memakai bahasa lengkap dari awal sampai memberi amanat pakai bahasa jawa. Pembina upacara yaitu bapak Nur Kholis yang memberi pengarah dan nasihat dengan berbahasa jawa, tapi uniknya beliau bukan guru bahasa Jawa, tapi guru bahasa inggris. Sebelumnya mencangkan untuk semua siswa dan guru MA setiap hari berbahasa jawa.
Pembina upacara memberikan banyak pengarahan, nasihat, dan semangat untuk semua siswa, khususnya dimomen hari santri ini. ada dua pesan terkahir sebelum ditutup beliau berpesan kepada semua peserta upacara yaitu :
“Yen ora pinter ngaji, paling ora kudu pinter ngajeni” (kalau tidak pintar mengaji, paling tidak pintar menghormati)
“Yen ora pathek nduweni ngelmu, paling ora kudu yo gelem mitutuhi marang guru” (klau tidak terlalu punya ilmu, paling tidak bersedia mematuhi guru)
Upacara HSN berbahasa jawa ini bagian upaya untuk melastarikan bahasa jawa yang mulai ditinggalkan dan dimomen HSN ini adalah waktu yang tepat untuk menerapkannya. Karena bahasa jawa itu identik dengan unggah ungguh dan tata krama yang ada di tanah Jawa dan itu sama halnya yang dilakukan para santri saat mengaji di pondok pesantren.
“Karena bahasa jawa itu identik dengan unggah ungguh dan tata krama yang ada di tanah Jawa dan itu sama halnya yang dilakukan para santri saat mengaji di pondok pesantren.” Ucap bapak Zafrullah, Kepala MA Nurul Huda saat diwawancarai.
Untuk memperingati HSN 2019 di MA Nurul Huda tidak sekedar upacara, tapi masih dilanjut dengan khataman Al Qur’an di kelas masing-masing yang didampingi wali kelas dan semua guru. Acara ditutup dengan kegiatan Masa Kesetian Anggota (MAKESTA) untuk semua kelas X untuk mengikuti proses kaderisasi di IPNU IPPNU MA Nurul Huda sampai hari Rabu besok.

penulis : IPNU MA Nurul Huda

adminipnujat

adminipnujat

Leave a Reply

Open chat
Butuh Bantuan?
Haiii.. Selamat datang di Website Resmi PW IPNU Jawa Tengah dan 180 Channel (IPNU Jateng Media Coorporation)

Ada yang bisa Admin bantu?

Info lebih lanjut silahkan klik tombol Open Chat