IPNU Batang harus dituntut belajar hal baru

               Perkembangan jangan tidak menunggu kita berkembang dan mempelajari, tetapi mereka selalu berjalan dengan cepatnya. Siapa yang tidak mau melajar hal yang baru  akan ketinggalan, dan akan di lupakan. IPNU batang harus mulai belajar hal baru dengan pedoman “al-Muhafadhotu ‘ala qadimi al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah” (menjaga tradisi-tradisi lama sembari menyesuaikan dengan tradisi-tradisi modern yang lebih baik).

Akhir-akhir ini di IPNU batang ada peraturan baru dari dept. Kaderisasi yang di sahkan oleh ketua IPNU bahwa setiap pelatihan kader jenjang Formal, semisal Masa kesetiaan anggota atau biasa di sebut dengan MAKESTA dan Latihan kader muda atau biasa disebut LAKMUD pelaksana harus membuat TOR atau kepanjangan dari Term Of Reference. Bagi kaum awan TOR merupakan hal asing alih-alih anggota yang berada di Anak Cabang dan Ranting pasti asing.

Tapi tidak harus mevonis bahwa dari Dept. Kaderisasi mau mempersulit pelaksanaan Palatihan Kader Jenjang Formal. Dari hal ini kita harus menengok kegunaan TOR secara luas bagi IPNU sendiri. Yang saya Tau TOR itu intinya ya Gambaran Detail Pelatihan. Dari TOR ini kita menjadi tau tujuan yang harus dicapai dengan cara dan metode apa yang pas serta kalkulasi waktu serta narasumber yang mengisi materi.

Tidak usah diambil pusing, di zaman serba canggih ini kita dalamsekejap bisa mencari informasi mengenai TOR di GOOGLE misalnya. Dari pengertian sampai contoh TOR. Jadi kalau kita mau belajar dan belajar sebagai IPNU. Dengan pedoman “al-Muhafadhotu ‘ala qadimi al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah”.

Selamat berjuang rekan-rekanita PC IPNU-IPPNU kabupaten Batang. Saya yakin kita bisa menunjukan Cabang kita juga berkelas di cancah Wilayah. Kita punya kemampuaan dan karakter khas Batang, yang tentunya tidak di miliki di kabupaten lain. Yang perlu di ingat kita punya kaderktar sendiri, jadi kita harus mengembangkan kadrakter tersebut.[ANS]

Terkait
Terbaru
Nutizen

More Similar Posts

Menu