Feri: Sistem 5 Hari Sekolah, Jangan Matikan Madrasah

Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, tentang 5 hari sekolah menuai banyak kontroversi. Permasalahan ini juga disikapi oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah, Ferial Farhan I.A., S.H.I,. Dalam wawancara yang dilakukan wartawan ipnujateng.or.id, kemarin (Senin,12/06), Feri menjelaskan banyak pertimbangan yang harus diambil dalam penerapan kebijakan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Feri menuturkan bahwa kebijakan yang dicanangkan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan terkesan sangat tidak aspiratif dan tergesa- gesa. Kebijakan itu juga kurang tepat diberlakukan di Indonesia melihat banyaknya pertimbangan lain yang belum dikaji. Selain itu, keputusan ini juga dinilai malah semakin jauh dari konsep pendidikan karakter pada kurikulum 2013.

“Di Indonesia, masih banyak sekolah yang belum mampu menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan memadai. Jika kebijakan ini diberlakukan, nantinya akan memberatkan sekolah- sekolah tersebut. Sebagai contoh, masih banyak sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana yang layak, seperti fasilitas kamar mandi, kantin, maupun ruang kelas yang layak bagi peserta didiknya,” Tutur Feri

Menurutnya, pola pendidikan dengan sistem tersebut sama halnya mematikan madrasah di daerah. Ketika siswa dituntut untuk mengikuti pelajaran hingga sore hari, secara tidak langsung akan mengurangi waktu mereka untuk mendalami ilmu agama di madrasah. Sedangkan di sekolah, hanya ada 2 jam mata pelajaran agama tiap minggunya.

“Selain berkurangnya ilmu agama bagi siswa, kebijakan ini juga akan berpengaruh terhadap kepribadian siswa. Jam pelajaran yang dipaksakan hingga pukul 16.00 sore hari, tentunya akan mengurangi interaksi siswa terhadap keluarga maupun lingkungan sekitar. Keadaan ini juga semakin memprihatinkan dikarenakan tubuh siswa menjadi semakin diforsir. Sehingga ketika malam hari, para siswa hanya bisa menghabiskan waktu untuk beristirahat,” tambahnya.

Solusi yang harus dilakukan pemerintah jika keputusan ini harus berjalan, menurut Feri, adalah dengan mengembalikan siswa pada madrasah di sore harinya. Maka harus ada sinergi antara sekolah dan madrasah guna mengembangkan karakter siswa yang unggul serta memiliki dasar agama yang benar. Seharusnya pemerintah memerhatikan Madrasah Diniyah yang selama ini telah membantu mencerdaskan bangsa dalam ilmu agama, bukan malah mencoba mematikannya.

Terkait
Terbaru
Berita

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu