DKW CBP KPP Jawa Tengah Dikukuhkan Melalui Doktrin Pekalongan II

Doktrin Pekalongan II – Semangat Melawan Radikalisme

Pengukuhan Dewan Koordinasi Wilayah Corp Brigade pembangunan (DKW CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Dewan Koordinasi Wilayah Korp Pelajar Putri (DKW KPP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengingatkan awal terbentuknya CBP dan KPP.

Sudah kita ketahui, CBP merupakan lembaga yang dibentuk pada tahun 1963 dalam hal itu di latar belakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan “Ganyang Malaysia”. Peristiwa politik tersebut dilatar belakangi perebutan daerah Kalimantan Utara (Serawak).

Pengukuhan DKW CBP dan KPP JATENG mengangkat tema “DOKTRIN PEKALONGAN II” yang dilaksanakan di gedung BAKORWIL Pekalongan Jawa Tengah Ahad 16/4 (tempat dimana CBP dan KPP di deklarasikan pada KOMBES IPNU IV yg di kenal dengan sebutan DOKTRIN PEKALONGAN 1963)

Komandan DKW CBP IPNU Provinsi Jawa Tengah Rekan Sodikin Mengatakan, “Bukan dengan tujuan atau alasan sederhana kita memilih tempat tersebut, namun karena salah satu upaya agar CBP dan KPP mengenal Sejarah tanpa manipulasi dan membangkitkan kembali semangat Ganyang Malaysia, tapi konteksnya kali ini berbeda, yakni semangat kita bersama dalam menangkal radikalisme”.

Sementara itu Dede Rosadi selaku Komandan Dewan Koordinasi Nasional Corp Brigade Pembangunan (DKN CBP) menegaskan, “54 tahun lalu kita terbentuk, atas dasar Intruksi Presiden RI (Ir. Sukarno) untuk ikut mempertahankan tanah air Indonesia. Hal ini mewakili atas tujuan didirikannya L-CBP dan L-KPP. Nah, dengan Doktrin Pekalongan II inilah kita harus mengembalikan hiroh perjuangan Ganyang Malaysia untuk menangkal dan melawan Kelompok Radikal yang ingin merongrong keutuhan NKRI”.

Terkait
Terbaru
Berita

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu