Catatan Rakerwil: Karena Kaderisasi Harga Mati

Rakerwil I PW IPNU Jawa Tengah telah selesai dilaksanakan, bersama dengan PW IPPNU Jawa Tengah bertempat di SMK NU AL Ma’aruf Kudus pada 24-25 Mei kemarin. Alhamdulillah, saya bisa berangkat sebagai salah satu pengurus PW IPNU Jawa Tengah di bidang Kaderisasi. Awalnya saya ragu apakah saya bisa berangkat atau tidak mengingat ada beberapa kendala. Pekerjaan dirumah sedang sibuk-sibuknya. Bisa dikatakan tidak enak dengan kedua orang tua. Namun toh setelah saya minta ijin ternyata saya kantongi restu untuk berangkat ke Kudus. Lagi-lagi saya bersyukur memiliki keluarga yang selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada saya dalam berorganisasi.

Masalah tinggal satu, yakni urusan transport. Bagaimana caranya saya bisa berangkat mengingat saya sedang tidak ada pemasukan sama sekali. Beberapa bulan terakhir saya harus wira-wiri untuk kepentingan organisasi dan uang saya banyak terpakai untuk hal tersebut. Akhirnya saya menemukan cara agar bisa berangkat ke Kudus yaitu dengan nebeng PC IPNU IPPNU Wonosobo. Jadilah hari itu saya berangkat meskipun bisa dikatakan tidak sesuai harapan karena dari Wonosobo berangkat pukul 20.00 WIB padahal rangkaian acara sudah dimulai sejak pukul 14.00 WIB.

Selama kurang lebih 5 jam perjalanan dari Wonosobo ke Kudus saya banyak memikirkan masalah Kaderisasi. Mulai dari apakah rekan-rekan di bidang kaderisasi bisa hadir; atau apakah sidang Komisi Kaderisasi besok bisa berjalan dengan lancar dan tentu beberapa hal lain tentang kaderisasi. Berkali-kali saya mencoba untuk tidur selama perjalanan demi menghemat waktu,karena saya yakin seperti biasanya kalau ada agenda PW pasti akan sangat sulit mencari waktu untuk tidur. Tentu usaha itu tidak mudah; Jiwa mungkin berada diperjalanan, tapi hati dan pikiran sudah tercurah ke Kudus.

Akhirnya sekitar pukul 00.31 WIB saya dan rombongan tiba di lokasi Rakerwil. Kami memutuskan untuk istirahat sejenak di tempat parkir DPRD Kudus karena letak lokasi Rakerwil dengan tempat parkir berbeda namun tidak terlalu jauh. Saya menyempatkan menyapa rekan-rekan dari Korda Banyumas yang sudah datang lebih dulu ada Rekan Sulis (Banyumas), Rekan Rokhmat Mualim (Purbalingga), Rekan Mad Solihin (Banjarnegara). Setelah sedikit lama kami ngobrol-ngobrol menanyakan kabar masing-masing saya memutuskan untuk ke lokasi karena di Grup WA dikabarkan bahwa sidang Pleno tata tertib akan segera dimulai; selain juga karena Ketua PW IPPNU Jawa Tengah memanggil menagih pinjaman Novel yang aku janjikan.

Berjalan beberapa ratus meter, sayapun tiba dilokasi dan segera memberikan Novel tersebut kepada Ketua. Pun tidak begitu lama saya menuju ke lokasi sidang yang ternyata baru saja dimulai (syukur deh nggak telat-telat amat, hehehe). Disana saya langsung disambut beberapa rekan pengurus PW IPNU Jawa Tengah. Mereka kebanyakan duduk di belakang berkumpul untuk sekedar mengawasi jalannya sidang. Sambil mengawasi di belakang saya berbincang-bincang mengenai jalanya kegiatan mulai dari awal tadi, sayang sekali saya tidak bisa mengikuti konvoi tawassul sowan wali.

Ketua PW IPNU, memberikan pengarahan sebelum sidang tatib

Setelah sidang pleno tata tertib selesai seperti yang saya duga sebelumnya, bahwa saya pasti tidak akan bisa tidur malam ini. Terbukti dengan beberapa Rekan dari PW maupun beberapa PC IPNU di Jawa Tengah yang mengajak ngobrol soal Kaderisasi. Meskipun lelah namun saya rasa inilah bentuk pengabdian saya dalam berorganisasi hingga mau tak mau saya harus menemani mereka dari sekedar cerita, tanya jawab soal Kaderisasi, ataupun hal lain sola keadaan di PC masing-masing. Malam itu saya merasa senang karena dengan adanya masalah yang mereka ceritakan dan mereka hadapi menunjukan bahwa tanggung jawab mereka dalam berkhidmat didalam kepengurusan di daerahnya masing-masing benar-benar mereka laksanakan. Padahal dalam berorganisasi pribadi yang bisa bertanggung jawab terhadap tugas-tugas nya sangat sedikit dan itulah yang mampu membuat roda organisasi berjalan, yaitu adanya penggerak yang selalu berusaha memberikan kontribusi untuk membuat organisasi lebih baik dan lebih maju.

Waktu sudah memasuki pagi namun beberapa Rekan masih betah bercerita soal IPNU, disinilah saya benar-benar dituntut untuk mementingkan kepentingan organisasi dari pada kepentingan pribadi. Andai saya egois tentu saya lebih memilih beralasan capek atau apa untuk meninggalkan mereka dan pergi tidur namun lagi-lagi rasa kekeluargaan dalam organisasi ini mampu menepis egoisme saya hingga saya bersedia menemani mereka.

Banyak masukan dari obrolan pagi buta waktu itu bersama rekan-rekan yang lain. Menyangkut masalah Kaderisasi, beberapa menanggapi terutama terkait hasil keputusan Rakernas IPNU terkait beberapa perubahan yang menyangkut Pendidikan Kaderisasi formal dalam IPNU terutama LAKUT. Beberapa ada yang sepakat ada pula yang menolak  dalam arti tetap mengacu pada hasil Rakernas IPNU 2014 karena beberapa PC masih beradaptasi dengan pedoman kaderisasi 2014. Ada pula yang mengusulkan PW IPNU Jawa Tengah harus memiliki sikap karena keputusan Rakernas IPNU tersebut dinilai merugikan PC di Jawa Tengah karena hampir semua PC di Jawa Tengah sudah bisa mengadakan Kaderisasi berjenjang di masing-masing tingkatan; Makesta di Ranting, PK, PKPT, LAKMUD di PAC, dan LAKUT di PC. Apapun itu masukkan dari rekan rekan pagi itu bukanlah hal kecil namun justru suara mereka menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kepedulian terhadap proses kaderisasi di wilayahnya masing-masing.

Setelah mereka pamit untuk tidur saya juga berpikir untuk tidur pula namun lagi-lagi tidak bisa karena Rekanita Septi selaku Wakil Sekretaris Kaderisasi PW IPPNU Jawa Tengah meminta bertemu untuk membahas sinkronisasi kaderisasi antara IPNU dan IPPNU Jawa Tengah. Mau apa lagi kalu sudah begini; akhirnya obrolan kami berlanjut sampai jam 6 pagi setelah dijeda solat subuh. Rekanita Nurul Resti selaku Wakil Ketua Kaderisai PW IPPNU Jawa Tengah ikut bergabung; juga Rekanita Istiqomah selaku anggota Kaderisasi IPPNU yang juga Ketua PC IPPNU Kebumen. Rekanita Qonita Ulya juga Wakil Kaderisasi PC IPPNU Temanggung yang baru dilantik dan Rekan Ihya Ulumuddin menyusul bergabung setelah terbangun dari tidur cantiknya. Tidak ketinggalan Rekan Gigit Listyanto selaku Wakil Sekretaris Kaderisasi PW IPNU Jawa Tengah yang berhasil kita palak untuk menraktir kami. Waktu itu obrolan berlangsung panas karena kami juga punya pandangan masing-masing, namun berkat kepedulian kita bersama akhirnya kita berkomitmen bahwa Kaderisasi IPNU IPPNU Jawa Tengah harus bersinergi bersama. Saya kira itu keputusan terbaik saat itu, dan tinggal apakah rekan rekanita delegasi dari masing-masing PC bisa menerima atau tidak itu tergantung pada sidang komisi B Kaderisasi nantinya.

Setelah kami mengisi perut kami bersiap-siap untuk mandi guna mempersiapkan sidang komisi B Kaderisasi nantinya. Saya Ihya dan Gigit bertugas mengawal jalannya sidang nanti. Setelah semua dirasa siap kami bertiga menuju ruang sidang, disana kami langsung membuka jalanya prosesi sudang, dengan terlebih dahulu memberikan arahan dan juga memimpin proses pemilihan presidium sidang. Terpilihlah beberapa Rekan untuk memimpin sidang yang saya lupa siapa namanya tapi kalau tidak salah ketiganya dari Kendal, Batang, dan Kabupaten Magelang. Mereka bertiga lah yang akan memimpin sidang komisi B Kaderisasi Rakerwil I PW IPNU Jawa Tengah.

Proses sidang berjalan lancar dan aman, beberapa mengusulkan solusi dari masalah Kaderisasi yang sedang dibahas, beberapa diam, beberapa tidak usul namun menanggapi. Proses inilah yang nantinya akan menentukan Kerja Kaderisasi PW IPNU Jawa Tengah kedepannya. Saya bangga dengan peserta sidang komisi B tersebut, karena ditangan merekalah Kaderisasi di masing masing daerah akan dijalankan, maju tidaknya Kaderisasi berada di tangan mereka.

Sidang komisi B Kaderisasi merupakan proses sidang terlama daripada sidang yang lainnya yaitu komisi Organisasi, komisi Program Kerja,dan komisi CBP. Setelah selesai proses sidang saya dan Rekan Ihya Ulumuddin bergegas untuk makan siang karena sudah sangat lapar. Ditemani Rekanita Ika dari Brebes kami menyantap soto ayam khas panitia. Setelah selesai kami melanjutkan untuk sholat duhur. Namun kebersamaan kami harus berakhir karena rekan Ihya harus segera pulang, dia akhirnya pamit pulang ke Semarang dan dari Semarang menggunakan travel ke Tegal.

Foto bersama usai sidang komisi kaderisasi

Pada sidang Pleno Gabungan saya tidak bisa menemani kedalam ruangan karena mata terlalu ngantuk akhirnya saya memutuskan untuk tidur di ruang transit. Tak terasa ternyata sidang sudah selesai dan dilanjutkan dengan upacara penutupan.

Upacara penutupan berlangsung hidmat, beberapa utusan cabang masih setia mengikuti sampai akhir acara, entah mengapa saya selalu terharu melihat seragam IPNU IPPNU dipakai rekan rekanita dalam kegiatan organisasi. Rasanya adem melihat jas abu-abu begitu kompak dipakai. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bergema diruang itu membuat saya merinding, inilah suara para pemuda pemudi penerus bangsa. Ditangan kitalah nasib bangsa ini ditentukan kedepan. Mars IPNU IPPNU tak kalah membahana, hingga pada mars Syubbanul Wathan menggema memberikan efek semangat nasionalisme kepada kami.

Saat sambutan Ketua PW IPNU Jawa Tengah Rekan Ferial Farkhan Ibnu Akhmad setelah sebelumnya sambutan dari Rekan Wahyu Ketua PC IPNU Kudus, hadirin menyimak apa yang disampaikan rekan Feri. Ia berpesan bahwa pelajaran NU adalah tanggung jawab kita sebagai pengurus, komisariat harus benar-benar digarap, Kaderisasi harus terus dilaksanakan, karena jabatan bukan sekedar jabatan namun amanah yang harus kita laksanakan. Saya kira banyak pesan yang bisa diambil dari sambutan ketua PW IPNU Jawa Tengah waktu itu.

Upacara penutupan telah usai dan kini saatnya berpamitan dengan yang lain, untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun IPNU IPPNU Korda Kedu memutuskan untuk kita bersama ziarah dahulu, dan rencana semula ke menara Kudus harus batal karena informasi disana macet. Agenda ziarah pun dialihkan ke Kadilangu Demak yang searah jalur pulang. Senang rasanya melihat dan merasakan kebersamaan IPNU IPPNU Korda Kedu ( Wonosobo, Purworejo, Temanggung, Kebumen, Kab. Magelang). Semoga kebersamaan seperti ini bisa terus terjaga.

Setelah selesai ziarah kami memutuskan pulang, tapi kembali kami bertemu karena harus makan bersama lagi, tentu dilanjutkan acara foto bersama sebagai tanda kebersamaan kami.

Rombongan Kedu ziarah ke kadilangu

Rakerwil I PW IPNU IPPNU Jawa Tengah memberi beberapa catatan diantaranya adalah bahwa komitmen kebersamaan IPNU IPPNU Jawa Tengah harus terus dijaga, sinergi dengan tingkatan harus diperkuat agar komunikasi bisa terus terjalin berkesinambungan. Setiap PC harus melakukan proses kaderisasi, karena inilah ruh Organisasi, Kaderisasi inilah yang nantinya akan membuat organisasi ini terus ada. IPNU IPPNU Jawa Tengah saya kira akan menjadi barometer Nasional melihat banyaknya kader yang punya komitmen untuk memajukan organisasi dan banyaknya kader di masing-masing tingkatan yang punya kualitas dan kuantitasnya, mereka akan terus menggelorakan semangat belajar berjuang bertaqwa sampai nanti, karena IPNU IPPNU sudah ada dalam jiwa mereka.

Terkait
Terbaru

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu