Cara Kreatif Pelajar NU Sidorejo Batang Peringati Haul Gus Dur dan Tahun Baru

BATANG – Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang peringati Haul ke Sebelas KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan tahun baru dengan cara yang tak biasa.

Pasalnya, mereka memperingati haul tersebut dengan membaca Surah Yasin sebanyak sebelas kali. “Sedangkan untuk pergantian tahun 2020 ke 2021, diperingati dengan membaca sholawat Tibbil Qulub sebanyak 2021 kali,” terang Ketua PR IPNU Sidorejo, Faizul Rahmadhani dalam acara yang digelar secara virtual itu.

Dijelaskan, setiap anggota yang berjumlah 101 orang membaca selawat sebanyak dua puluh kali di rumah masing-masing. Sehingga total selawat sebanyak 2020 kali.

“Dengan membaca selawat Tibbil Qulub sebanyak 2021 kali, semoga kita menjadi lebih baik serta dihindari wabah Covid-19 di tahun 2021,” imbuhnya.

Meneladani Gus Dur
Wakil Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Desa Sidorejo Ustadz Ubaydillah mengatakan, Gus Dur merupakan tokoh yang menginspirasi. Ada banyak hikmah dari kisah beliau yang dapat diambil sebagai pelajaran hidup.

Dikatakan, Gus Dur mempunyai sifat yang peduli dalam berorganisasi, sampai rela berhutang uang kepada anaknya untuk kepentingan umat.

“Hal ini dapat diambil sebagai pembelajaran bahwa kita sebagai pelajar peduli dalam berorganisasi,” tuturnya.

Peduli yang dimaksud yakni dalam berorganisasi tentunya memerlukan dana untuk kesuksesan suatu acara. Oleh karena itu, penting untuk kita rela dalam nyumbangkan dana dami kepentingan bersama.

“Walaupun harus menyisakan uang jajan sekolah,” katanya.

Senada dengan itu, Pembina IPNU Desa Sidorejo Ustadz Choirul Ammar mengungkapkan, banyak yang bisa diambil dari sikap Gus Dur, salah satunya dengan tekun dalam menuntut ilmu.

“Sebagai Generasi Pelajar NU, kalian harus bisa meniru ketekunan Gus Dur dalam menutut ilmu sampai kapan pun dan di mana pun,” tegasnya.

Dikatakan, salah satu ketekunan Gus Dur adalah membaca buku selain belajar tentang ilmu agama yang dipelajari di pesantren bertahun-tahun. Tidak hanya itu, bahkan Gus Dur bertahun tahun belajar ke luar negeri di  Al-Azhar University Kairo, Mesir.

“Semangat Gus Dur itulah yang harus diteladani oleh generasi muda NU,” pungkasnya.

Kontributor: Septy Aisah
Editor: Muhammad Fajar Sodik

Terkait
Terbaru
Nutizen

More Similar Posts

You must be logged in to post a comment.
Menu