Zat Aktif Bawang Putih (Allium Sativum) Sebagai Antioksidan Penghambat Radikal Bebas

Jun 02, 2024

Beberapa penyakit mematikan dan kerusakan pada tubuh disebabkan oleh Radikal bebas. Ahli kimia telah mengetahui hal ini selama bertahun-tahun bahwa aktivitas oksidasi oleh radikal bebas dapat di kendalikan atau bahkan di cegah oleh berbagai bahan antioksidan. Sumber antioksidan alami salah satunya diperoleh dari tanaman bawang putih (Allium sativum). Telah banyak diteliti khasiat bawang putih (Allium sativum) sebagai bahan terapeutik mulai dari sebagai antibakteri, antivirus, anti jamur, anti trombotik, Anti biotik, anti kanker, antioksidan, immunomodulator, anti inflamasi, dan efek Hipoglikemik. Selain itu, telah diketahui sejak lama bahwa Bawang putih (Allium sativum) dapat digunakan sebagai bumbu masakan dan pengobatan. Bawang putih (Allium sativum) memiliki aroma yang tajam dan juga rasa yang gurih sehingga banyak disukai dan digunakan sebagai bumbu dalam masakan tradisional di Indonesia. Selain sebagai bahan dalam membuat masakan, bawang putih (Allium sativum) ternyata juga digunakan sebagai obat. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan oleh bawang putih adalah asma, Penyakit tulang, jantung radang tenggorokan dan alergi. Bawang putih (Allium sativum) merupakan tanaman obat yang memiliki kandungan air, karbohidrat, protein, minyak dan selulosa. Komponen utama dalam bawang putih (Allium sativum) yang mempunyai fungsi sebagai antibakteri adalah kandungan sulfur didalamnya. Manfaat bawang putih telah terbukti dalam beberapa penelitian dan telah dimanfaatkan dalam pengobatan. Salah satu bentuk pemanfaatan bawang putih yaitu dalam bentuk AGE (Aged Garlic Extract). Bukti dari manfaat AGE yaitu dapat mencegah penyakit jantung, memperlancar peredaran darah, serta menambah imunitas. (ipnujateng.or.id) Penulis: Khoirun Nisa