Mengenal Sosok Ki Hajar Dewantara, Tokoh Pelopor Pendidikan di Indonesia

Mei 03, 2024

Ki Hadjar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas (R.M.) Suwardi Suryaningrat. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Ki Hajar Dewantara berasal dari keluarga bangsawan Puro Pakualaman Yogyakarta Ayahnya adalah Kanjeng Pangeran Ario (K.P.A.) Suryaningrat dan Ibunya bernama Raden Ayu (R.A.) Sandiah. K.P.A. Suryaningrat sendiri merupakan anak dari Paku Alam III. Ki Hadjar Dewantara telah menempuh pendidikan dasarnya di Eropeesche Legere SchooL (ELS). Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di School Fit Opleiding Van Indische Artsen (STOVIA) atau sebuah sekolah kedokteran pada masa Hindia Belanda. Tetapi sayangnya beliau tak mampu menyelesaikan pendidikannya di STOVIA, karena penyakit yang dideritanya. Akhirnya Ki Hadjar Dewantara memutuskan untuk menjadi wartawan di beberapa surat kabar seperti De Express, Utusan Hindia dan Kaum Muda. Sosok Ki Hadjar Dewantara telah banyak berjasa khususnya pada pendidikan bangsa Indonesia. Selain itu beliau juga dikenal sebagai sosok yang pemberani di masa kolonial. Ia berani menentang kebijakan dari pemerintah hindia belanda yang hanya membolehkan anak-anak keturunan belanda dan kaum priyayi yang bisa mengenyam di bangku pendidikan. Berkat keberaniannya tersebut akhirnya pemerintah hindia Belanda mengasingkan Ki Hadjar Dewantara bersama dua rekannya yaitu Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo ke Belanda. Mereka bertiga sering disebut sebagai “Tokoh tiga serangkai”. Setelah mereka bertiga diasingkan dan kembali ke tanah air tepatnya pada September 1919. Ki Hadjar Dewantara bersama kedua rekannya yaitu Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo mendirikan sebuah pendidikan yang bercorak nasional, yaitu Nationaal Onderwijs Institut Taman Siswa atau yang lebih dikenal dengan “Sekolah Taman Siswa” pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Tak hanya mendirikan sekolah taman siswa saja, namun Ki Hadjar Dewantara juga membuat semboyan untuk pendidikan yaitu “ing ngarsa sang tuladha, ing madya mangun karsa, Tut Wuri Handayani” yang mempunyai arti “di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”. Semboyan tersebut kini menjadi slogan dari Pendidikan di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara telah banyak mengukir sejarah bagi pendidikan bangsa Indonesia. Atas jasa-jasanya tersebut beliau akhirnya dinobatkan sebagai “Bapak Pendidikan Nasional”. Selain itu di hari kelahirannya pada tanggal 2 Mei juga ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang tertuang dalam Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959 tepatnya pada tanggal 16 Desember 1959. Sumber (Referensi) : https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7319910/sejarah-hari-pendidikan-nasional-2-mei-lengkap-tema-dan-tujuan-peringatannya https://www.kompas.com/tren/read/2024/05/02/064500865/sejarah-tanggal-2-mei-ditetapkan-sebagai-hari-pendidikan-nasional https://www.liputan6.com/hot/read/4350679/biografi-ki-hajar-dewantara-singkat-gambarkan-kiprahnya-di-dunia-jurnalistik ipnujateng.or.id