Idul Adha, Sarana Berbagi Dan Mendekatkan Diri Kepada-Nya

Jun 18, 2024

Hari Raya Idul Adha merupakan hari besar kedua setelah Idul Fitri bagi seluruh umat muslim di dunia. Perayaan Idul Adha dalam setiap tahun tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim As dan putranya, Nabi Ismail As. Kisah yang dapat diambil dan diteladani dari Nabi Ibrahim As dan putranya, Nabi Ismail As yaitu tentang ketaatan kepada Allah SWT. Bermula dari Nabi Ibrahim As yang mendapatkan mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail As pada tanggal 8 Dzulhijjah, sebagai seorang ayah yang mendapatkan mimpi tersebut tentu saja Nabi Ibrahim meminta kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk oleh-Nya. Setelah itu, Nabi Ibrahim menyampaikan apa yang didapatkan didalam mimpi kepada Nabi Ismail, dan Nabi Ismail pun menyetujui dan menyuruh Nabi Ibrahim untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah, karena sebagai makhluk kita harus taat atas perintah Allah SWT. Atas keikhlasan dan ketaatan yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Allah SWT langsung menurunkan seekor domba sebagai pengganti Nabi Ismail. Sejak saat itu, ibadah berkurban rutin menjadi ibadah yang dilakukan pada hari tasyrik yang jatuh pada tanggal 10-13 Dzulhijah pada setiap tahunnya. Dari peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim dan Ismail As, dapat menjadikan kita untuk memperbaiki proses taqwa kita kepada Allah SWT untuk selalu berupaya mendekatkan diri kepada sang pencipta dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya. Idul Adha mengajarkan makna keikhlasan, nilai-nilai pengorbanan, kesabaran, bersyukur, hingga pengendalian diri sebagai akhlak terpuji seorang muslim yang taat kepada Allah SWT. Khoirun Nisa