Bersama IPNU Melawan Anarkisme dengan Megembangkan Gerakan Spiritual dan Intelektual

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau yang dikenal dengan singkatan IPNU adalah sebuah organisasi pelajar nahdliyyin yang berdiri pada tanggal 24 Februari tahun 1954 di Semarang. IPNU adalah salah satu organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Ikatan ini merupakan tempat berhimpun, wadah komunikasi, wadah aktualisasi dan wadah yang merupakan bagian integral (keseluruhan) dan potensi generasi muda Indonesia secara utuh.
Oleh karena itu keberadaan IPNU memiliki posisi strategis sebagai wahana kaderisasi pelajar NU sekaligus alat perjuangan NU dalam menempatkan pemuda sebagai sumberdaya insani yang vital, yang berkiprah lebih banyak dalam pembangunan bangsa ini.
Terutama di era globalisasi ini yang juga merupakan abad ke-2 NU, tengah terjadi krisis multidimensi. Krisis multidimensional adalah situasi dimana suatu bangsa atau negeri dilanda oleh dan menghadapi bidang politik, ekonomi, sosial, dan moral yang terjadi secara bersamaan. Saat ini banyak kezhaliman, kecurigaan, ketidak adilan di bidang, kemerosotan moral, tindak tindak kriminal dan berbagai penyakit sosial lainnya. Kemajuan ilmu teknologi dan seni tidak sebanding dengan kebudayaan dan peradaban yang pantas dan berkualitas, sehingga ilmu dan teknologi tersebut melahirkan manusia-manusia yang kurang beradab.
Salah satu fenomena yang tengah merajalela di bangsa ini adalah kenakalan remaja yang semakin hari semakin mewabah dimana-mana. Dari waktu ke waktu jumlah pelaku di kalangan pelajar terus mengalami peningkatan. Semua berkembang menjadi fenomena sosial yang semakin meresahkan. Padahal di kalangan pelajar adalah masanya untuk fokus dengan pendidikan.
Pada dasarnya pendidikan nasional di Indonesia bekerja untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang percaya dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi bagian warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Jika dunia pendidikan, seharusnya seorang pelajar atau melihat akademisi memiliki nilai-nilai luhur yang termanifestasikan dalam perilaku dan sikapnya. Ditambah lagi dengan kondisi masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang religius, ditandai dengan masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam.
Terutama untuk usia pelajar harus lebih diperhatikan lagi dalam pendidikannya, pengetahuan, serta diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar tidak terjerumus untuk menyalahgunakan teknologi. Karena pelajar inilah yang kemudian hari akan membedakannya dengan kalangan atau lapisan masyarakat lain serta memiliki nilai gengsi tersendiri. Nilai prestise adalah sebuah kehormatan, wibawa yang dimiliki seseorang yang akhirnya membuat dirinya berbeda atau istimewa.
Allah berhutang kepada manusia jika ia percaya dan beilmu maka Allah akan mengangkat derajat manusia itu lebih tinggi dari manusia yang lain. Oleh karena itu memiliki ilmu adalah bagian penting untuk semua manusia, terutama seorang muslim agar terhindar dari kejahilan dan kecurigaan. Mereka yang tidak memiliki iman dan ilmu maka derajatnya akan rendah, hal itu dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari.
Pada kehidupan sehari-hari di Indonesia saat ini terjadi banyak tindak kekerasan dan kriminal seperti tawuran antar pelajar, pergaulan bebas, narkoba dan tindak kriminal lain. Lebih ironis lagi kualitas pendidikan di Indonesia juga tidak meningkat secara signifikan dan masih banyak masalah lain selain kekerasan dan tindak kriminal tersebut. Fenomena-fenomena ini sangat meresahkan apalagi saat ini tidak ada pelaku yang merupakan kalangan pelajar. Seharusnya sangat tidak pantas ketika seorang pelajar yang merupakan bagian dari masyarakat yang religius menyelesaikan masalah dengan proses perkelahian dan kekerasan.
melihat realitas saat ini pendidikan hanya pengetahuan dan kecerdasan pelajar saja. Adapun aspek moral dan etis sebagai pembentukan karakter dan budaya bangsa semakin terpinggirkan. Kondisi mental, karakter, budi pekerti dan akhlak bangsa yang memelihara seperti perilaku yang menyimpang, perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pekerti luhur dan perilaku yang seolah-olah tidak ada tatanan hukum positif sesuai dengan tatanan norma budaya bangsa Indonesia. Karakter dan budaya dalam kehidupan bangsa dapat membawa kemunduran dalam peradaban bangsa, sebaliknya kehidupan masyarakat yang karakter dan budaya yang kuat dan memperkuat eksistensi (keberadaan) suatu bangsa dan negara.
Keadaan tersebut mendorong lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan mengambangkannya baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Salah satu pendidikan nonformal tersebut adalah melalui Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang sering dikenal dengan singkatan IPNU.
Seperti yang sudah dijelaskan pada pendahuluan bahwa IPNU merupakan organisasi nahdliyyin yang berdiri pada tanggal 24 Februari tahun 1954 di Semarang di bawah naungan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Di sisi ini IPNU merupakan tempat berhimpun, wadah komunikasi, wadah aktualisasi dan kaderisasi pelajar NU. Sementara di sisi lain IPNU merupakan bagian integral dari generasi muda terpelajar Indonesia yang menitikberatkan bidang garapannya pada pembinaan pelajar dan remaja pada umumnya.
Dengan posisi strategis itulah IPNU mengemban mandat sejarah yang tidak ringan. Di satu sisi sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, yang berarti IPNU melakukan kaderisasi NU pada segmen pelajar, santri dan remaja. Pada saat yang sama, sebagai organisasi pelajar, IPNU juga pelajaran untuk memainkan peran sebagai gerakan pelajar yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gerakan pelajar di tanah air.
Badan otonom organisasi adalah Nahdlatul Ulama yang bekerja melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan perorangan (pasal 18 ayat 1 Anggaran Rumah Tangga NU). Dalam hal ini Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang disingkat dengan IPNU melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada segmen pelajar laki-laki.
IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) memiliki tugas dan peran besar dalam pemecahan masalah terkait permasalahan pelajar, seperti tawuran dan kekerasan atau anarkisme tersebut. Pemecahan masalah adalah kemampuan untuk menyelesaikan segala masalah dan mengambil keputusan yang sulit. Peran ini adalah sebagai internalisator (penanam sesuatu, keyakinan, sikap dan nilai-nilai yang menjadi perilaku sosial).
Organisasi IPNU tentu saja memiliki nilai luhur karena lahir dari organisasi Islam Nahdlatul Ulama yang berasaskan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah, di mana Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah dikenal sebagai fiqih Islam yang mampu menampilkan islam yang sebenarnya yaitu salah satunya bersifat moderat (cara pandang terhadap) islam itu sendiri par excellence, tanpa harus terjebak dikotomisasi kepentingan sektarian).
IPNU lahir bukan tanpa tujuan, bukan tanpa visi, juga bukan tanpa cita-cita. IPNU lahir dengan tujuan yang pasti, visi dan misi yang terang, prinsip yang jelas dan cita-cita yang mulia. Dengan banyaknya peran IPNU yang harus dijalankan dalam menganggap anarkisme pelajar seperti tawuran, perkelahian, bentrokan, demonstrasi yang anarkis, maka IPNU harus memiliki jaringan yang luas demi terlaksananya peran tersebut. IPNU harus mampu melebarkan sayapnya selebar mungkin, sehingga IPNU ada di setiap wilayah dan daerah di Indonesia. IPNU juga harus mampu mengetahui kondisi, permasalahan, potensi dan kekurangan pelajar di setiap daerahnya sehingga mampu menyusun desain besar di dalam aplikasi secara nyata.
Dalam posisi dan posisi strategis di atas, maka IPNU merumuskan visinya, yaitu “Terwujudnya IPNU yang unggul dan kolaboratif dalam skala nasional dan internasional berlandaskan nilai religius nasionalis”. Visi IPNU tersebut kemudian diterjemahkan dalam misi organisasi yaitu:
1. Menjadikan IPNU sebagai organisasi pelajar yang sistematis dalam kaderisasi, dan terstruktur dalam tata kelola organisasi.
2. Membentuk kader IPNU sebagai insan terpelajar, berwawasan global, bertindak profesional, dan produktif dalam berkarya.
3. melakukan Internalisasi, Aktualisasi dan Desiminasi nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah
Saat ini eksistensi IPNU semakin diakui di Indonesia bahkan luar negeri. IPNU diakui sebagai organisasi yang memiliki gerakan Spiritual dan Intelektual. Dengan gerakan ini tentu saja eksistensi IPNU sangat membantu untuk mengatasi masalah di atas.
IPNU sebagai organisasi spiritual mengarah pada pengalaman subjektif dari apa yang relevan secara eksistensial untuk manusia. Spiritualitas tidak hanya memperhatikan apakah itu hidup berharga, namun juga fokus pada mengapa hidup berharga.
Mengapa hidup itu berharga? Apa karena hidup selalu dihargai dengan uang? Tentu saja bukan. Ada beberapa alasan mengapa hidup kita berharga antara lain:
1. Kita semua hidup di usia yang sangat penting dalam sejarah. Masa di mana kita hidup sangat penting sejauh mana sejarah dunia yang bersangkutan. Kita berada di ambang revolusi besar yang akan mengubah cara hidup kita selamanya. Baik dalam segi teknologi, spiritual, atau segi lainnya. Banyak pakar berpendapat, dalam waktu dekat cara manusia hidup akan berubah karena banyaknya penemuan dan terobosan baru. Kita harus menyadari betapa istimewanya kita dalam hidup ini.
2. Kita dapat memberikan efek positif di dunia. Kita memiliki kemampuan dalam memberikan efek positif bagi dunia. Cara bahagianya dengan membuat orang sekitar kita. Kita dapat berbagi kebaikan, empati, dan kasih sayang kepada semua makhluk hidup di bumi ini. Dengan semua itu kita dapat mengubah dunia bahkan dengan cara yang sederhana, namun berdampak besar.
3. Kita dapat mengubah kehidupan banyak orang. Dengan memberikan hal-hal positif lewat berbagi kebahagiaan dan kebahagiaan, kita juga memiliki kekuatan untuk mengubah banyak kehidupan orang di sekitar kita. Kita dapat membantu, banyak belajar, menginspirasi, memotivasi, membangun kesadaran, dan segala hal yang mampu memberikan dampak bagi kehidupan orang. Kita juga memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam mengubah banyak orang.
4. Kita dapat menciptakan hal baru. Kita adalah seorang kreator, karena mampu membayangkan dan memvisualisasikan banyak hal. Kita dapat memvisualisasikan ide atau rencana dalam pikiran, lalu benar-benar bergerak untuk mewujudkannya. Tidak ada bentuk kehidupan yang memiliki kemampuan ini.
Itulah mengapa hidup kita sangat berharga selain karena alasan di atas hidup berharga juga karena kita diberi kesempatan hidup oleh pencipta hanya sekali.
Kembali lagi ke makna spiritual. Menjadi spiritual berarti memiliki hal yang lebih bersifat kerohanian atau dibandingkan dengan hal yang bersifat fisik atau material. Spiritualitas merupakan kebangkitan atau pencerahan diri dalam mencapai tujuan dan makna hidup.
Secara terminologis (istilah), spiritual berasal dari kata “roh”. Dalam literatur agama dan spiritualitas, istilah spirit memiliki dua makna subtansial, yaitu:
a. Karakter dan inti dari jiwa-jiwa manusia, yang masing-masing saling berkaitan, serta pengalaman dari keterkaitan jiwa-jiwa tersebut yang merupakan dasar utama dari keyakinan spiritual. “Spirit” merupakan bagian terdalam dari jiwa, dan sebagai alat komunikasi atau sarana yang memungkinkan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan.
B. “Spirit” mengacu pada konsep bahwa semua “spirit” yang saling berkaitan merupakan bagian dari sebuah kesatuan.
IPNU sebagai organisasi yang memiliki gerakan spiritual menerapkannya dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Seperti yang dilaksanakan di IPNU Beji 1 yaitu mengadakan yasinan rutin setiap malam jumat, mengikuti yasinan kematian warga setempat, ziarah makam, dan masih banyak lagi kegiatan yang lain.
Kegiatan-kegiatan tersebut berfungsi untuk membentengi akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, menjunjung nilai-nilai Islam tanpa kekerasan. Karena banyak gerakan-gerakan atau organisasi yang bersifat radikal yang mengatasnamakan Islam menjadi generasi muda sebagai target utama.
Itulah makna spiritual yang berkaitan dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. Selain itu eksistensi IPNU juga diakui sebagai gerakan organisasi intelektual. Intelektual sendiri adalah suatu kemampuan seseorang untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkannya dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah yang timbul. Ada banyak contoh kemampuan intelektual dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat berada dalam lembaga pendidikan seperti adanya kader yang cerdas dalam mengelola organisasinya meski tidak pandai dalam mata pelajaran matematika ataupun kursus lainnya.
Intelektual sendiri memiliki dimensi yang beragam antara lain, kecerdasan angka, pemahaman secara verbal, kecepatan dalam menentukan persepsi, penalaran secara induktif, penalaran secara deduktif, dan visualisasi spasial. Semua dimensi ini memiliki kaitan dengan kemampuan intelektual.
Contoh kemampuan intelektual umum antara lain:
1.
Kemampuan yang dibutuhkan agar seseorang dapat berpikir secara rasional dan memperkirakan suatu keputusan dengan benar. Melalui proses sosial dan interaksi sosial penalaran yang baik dapat dikatakan seseorang memiliki kemampuan untuk berpikir. Hasil pemikiran tersebut dapat menghasilkan konsep yang jelas dan mempermudah seseorang dalam melakukan sesuatu.
2. Merencanakan
Perencanaan sangat penting dilakukan untuk memprediksi hasil yang akan diperoleh. Jika perencanaan sesuai dengan realita maka rencana tersebut dapat dikatakan berhasil. Rencana yang gagal bukan berarti seseorang atau sebuah organisasi tidak mampu merencanakan dengan baik, namun memang prediksi yang dilakukan kurang tepat. Organisasi yang mampu melakukan perencanaan dengan baik maka akan mendapatkan apa yang diharapkan dan dapat memberikan kepuasan pihak terkait.
3. Memecahkan masalah
pemecahan memecahkan masalah sosial merupakan kemampuan yang sangat penting. Terutama dalam sebuah organisasi. Ketika berorganisasi namun tidak dapat mengatasi masalah yang dihadapi mungkin akan menimbulkan masalah baru.
Kemampuan ini dapat diperoleh dari pengalaman atau kebiasaan masing-masing individu. Dalam organisasi sangat membutuhkan individu-individu yang mampu menyelesaikan masalah dengan solusi yang tepat.
4. Berpikir abstrak
Mampu berpikir secara tidak teratur atau out of the box. Kemampuan ini juga untuk mendukung kemampuan lain seperti perencanaan, memecahkan masalah, dan lain-lain. Dalam berorganisasi seseorang yang mampu berpikir abstrak biasanya memunculkan inovasi baru yang dapat dilakukan uji coba dan diterapkan dalam segala hal.
5. Memahami gagasan
untuk memahami segala hal yang dikatakan oleh lawan bicara kita terutama mencerna ide yang diberikan oleh seseorang, baik berupa perintah, persentasi, atau memberikan masukan untuk mengoptimalkan kinerja seorang individu.
Daya tangkap ini sangat dibutuhkan untuk menampilkan komunikasi antara pihak satu dengan yang lain. Ketika komunikasi lancar maka informasi yang diberikan dapat tersampaikan dengan baik.
6. Menggunakan bahasa
Maksud dari kemampuan ini adalah kemampuan seseorang dalam berbicara dan memilih kalimat yang paling tepat untuk forum tertentu. Sesorang harus menguasai bahasa tertentu yang dapat digunakan untuk komunikasi dengan pihak lain, baik dalam lingkup organisasi maupun luar organisasi.
7. Daya tangkap
Yaitu kemampuan untuk menyerap segala hal yang disampaikan oleh orang lain. Kemampuan ini dapat dilihat dari besarnya kuantitas Intelektual (IQ) yang dibuktikan dengan hasil tes yang terbukti kebenarannya. Setiap orang memiliki daya tangkap yang berbeda-beda. Semakin baik daya tangkapnya, maka semakin cepat memahami apa yang disampaikan orang lain atau hal baru yang ia temui dalam kehidupan sehari-hari.
8. Belajar
Yaitu kemampuan untuk melakukan hal yang baru dengan cara menirukan atau berpedoman pada teori yang ada. Orang yang pandai belajar biasanya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cepat. Belajar bukan berarti mempelajari sebuah buku, tetapi ini memiliki makna yang lebih luas. Kemampuan belajar yang baik akan membuat seseorang nyaman dengan lingkungan tersebut.
9. lisan
berikut kemampuan untuk berbicara dan menyampaikan sesuatu. Kemampuan ini lebih mendasar dibandingkan dengan kemampuan penggunaan bahasa. Sebelum memahami suatu bahasa seseorang harus mampu berbicara terlebih dahulu. Mampu menyampaikan dengan baik apa yang ada dipikirannya.
Seseorang yang memiliki kemampuan verbal sangat baik biasanya dapat dengan mudah menyampaikan sesuatu baik di depan umum atau percakapan yang bersifat pribadi. Hal ini akan berbeda untuk mereka yang kesulitan berbicara.
10. Kreativitas
Yaitu salah satu pikiran seseorang yang memiliki kemampuan untuk berpikir, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, dan mampu memahami gagasan dengan baik. Kemampuan ini sangat penting di era saat ini dimana segala sesuatu memanfaatkan teknologi dan memiliki persaingan yang ketat.
Dari penjelasan yang telah dikemukakan dapat dikatakan bahwa kemampuan intelektual dapat diukur melalui kinerja seseorang atau menggunakan instrumen penelitian tertentu yang sudah terbukti validitas dan reabilitasnya (keandalan). Hasil tes tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan masing-masing individu.
Itu sekilas contoh kemampuan intelektual. Tidak hanya seperti yang disebutkan tetapi masih banyak contoh yang lain. Kemampuan-kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam organisasi seperti dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.
Kecerdasan intelektual itu terus dikembangkan dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Memperluas wawasan Memperluas
wawasan tidak harus mengeluarkan biaya, seperti saat berorganisasi dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama kita dapat memperluas wawasan dengan mengikuti kegiatan MAKESTA, Konferensi, atau bahkan hanya dengan latihan bersama rekan- rekan IPNU yang lain.
2. Terus beriimajinasi
Percaya atau tidak, kebanyakan orang sukses di dunia ini tidak pernah berhenti untuk berimajinasi dan membayangkan bagaimana keadaan hidup mereka di lima atau sepuluh tahun ke depan. Berimajinasi akan membantu mengasah kecerdasan intelektual kita. Dengan berimajinasi, kita akan membayangkan banyak hal dan mulai berpikir secara rinci dan terkait langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk meraih hal-hal yang kita bayangkan tersebut.
Kemudian imajinasi tersebut dapat diterapkan dalam organisasi misalnya dengan menciptakan teknik memecahkan masalah yang inovatif dan efektif, terampil dalam bertukar pikiran, dan terampil dalam berkoneksi dengan banyak orang.
Itulah beberapa penjelasan mengenai spiritual dan intelektual yang sangat berkaitan dengan organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).
Kuncinya adalah bahwa eksistensi (keberadaan) IPNU sebagai organisasi dan kegiatan intelektual yang berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kerohanian dan kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengembangkan kecerdasan intelektual kader-kader di dalam organisasi tersebut. Yang dalam hal ini keberadaan IPNU sangat berpengaruh dalam mengatasi tindak kekerasan kekerasan di tengah merajalela di kalangan pelajar dan untuk membentengi paham radikalisme yang tengah dilanda dengan memanfaatkan teknologi seperti media sosial yang semakin berkembang.
Intinya, dengan berorganisasi, kita dapat memperoleh manfaat antara lain pergaulan, meningkatkan wawasan pengetahuan, belajar memanajemen waktu, manajemen organisasi, dan berbicara di depan umum, membentuk pola pikir yang baik, serta masih banyak lagi. Namun untuk mendapatkan manfaat tersebut mudah, karena apabila kita tidak dapat beradaptasi, tidak dapat menyeimbangkan antara organisasi dengan akademik, maka prestasi kita akan terganggu. Namun dalam hal ini, yang salah bukan karena organisasinya, tapi karena orangnya tidak bisa membagi waktu antara organisasi dan akademik.
Jadi dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pelajar sekolah saja tidak cukup untuk mengasah kemampuan hardskill. Namun softskill kita juga harus dimiliki melalui berorganisasi.
Demikian essay ini saya buat. Segala kekurangan dan kesalahan yang terdapat di esai ini mohon dimaklumi, maka dari itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat diperlukan. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Daftar Pustaka
https://id.m.wikipedia.org Ikatan /wiki/ _Pelajar_Nahdlatul_Ulama
repo.iain-tulungagung.ac.id
http://ipnuippnu-blabak.web.id/visi-dan-misi/
etheses.uin-malang .ac.id
https://intisari.grid.id/amp/0359602/anda-berharga-dan-istimewa-ini-alasan-untuk-mempercayainya
https://dosensosiologi.com/contoh-intelektual/

 

Marzuqi Rouf

_si.juki

Leave a Reply

Open chat
Butuh Bantuan?
Haiii.. Selamat datang di Website Resmi PW IPNU Jawa Tengah dan 180 Channel (IPNU Jateng Media Coorporation)

Ada yang bisa Admin bantu?

Info lebih lanjut silahkan klik tombol Open Chat